TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya profesionalisme insan pers di tengah perubahan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai perkembangan media digital telah memberikan ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan baru, terutama terkait maraknya informasi palsu atau hoaks yang dapat dengan mudah beredar di ruang publik.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, dalam kegiatan peringatan HUT ke-14 IWO.
Khairil mengatakan, perubahan pola konsumsi informasi menuntut wartawan untuk semakin cermat dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, kecepatan bukan satu-satunya ukuran dalam menghasilkan sebuah berita.
“Kecepatan dalam penyampaian informasi di era digital harus selaras dengan informasi yang benar, berimbang, dapat dipercaya, serta tetap mengedepankan etika jurnalistik,” kata Khairil saat membacakan sambutan Gubernur Bengkulu.
Ia menjelaskan, tuntutan terhadap media online saat ini semakin besar karena masyarakat dapat menerima informasi dalam hitungan detik. Kondisi tersebut membuat wartawan harus memiliki kemampuan verifikasi yang kuat sebelum sebuah informasi dipublikasikan.
Menurut Khairil, pers memiliki posisi penting dalam membangun kualitas informasi di tengah masyarakat. Selain menyampaikan fakta, media juga memiliki tanggung jawab memberikan pemahaman kepada publik agar mampu membedakan informasi yang valid dengan kabar yang belum terbukti kebenarannya.
Karena itu, upaya melawan hoaks tidak dapat dilakukan oleh pemerintah maupun media secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara insan pers, pemerintah, organisasi kewartawanan, serta masyarakat untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Wilayah IWO Bengkulu, Musda Mori, menegaskan organisasi yang dipimpinnya akan terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat.
Menurut Musda, peringatan HUT ke-14 bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus dimanfaatkan sebagai momentum melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen wartawan online dalam menjalankan profesinya.
“Kita kembali menyatukan langkah untuk menjadikan IWO lebih baik. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah. IWO berkomitmen menyampaikan informasi secara berimbang dan berintegritas,” ujarnya.
Musda menambahkan, perkembangan teknologi digital membuat profesi wartawan menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan berita dengan cepat, tetapi juga harus memahami kaidah jurnalistik, melakukan pengecekan fakta, menjaga independensi, dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Ia berharap seluruh anggota IWO Bengkulu dapat terus meningkatkan kompetensi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media. Menurutnya, kredibilitas menjadi modal utama bagi pers untuk tetap relevan di tengah persaingan informasi digital.
Peringatan HUT ke-14 IWO Bengkulu tersebut turut dihadiri Ketua Umum IWO Dwi Christanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu Nelly Allesa, Asisten III Pemerintah Kota Bengkulu Toni Elfian, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pers memiliki peran penting dalam membangun komunikasi publik. Media menjadi salah satu jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan kebijakan, perkembangan pembangunan, sekaligus berbagai persoalan yang terjadi di daerah.
Momentum HUT ke-14 IWO di Bengkulu akhirnya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perayaan organisasi. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh insan pers agar terus menjaga integritas, mengedepankan keberimbangan, serta menjadikan verifikasi sebagai bagian penting sebelum informasi disampaikan kepada publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut bukan sekadar menjadi pihak yang paling cepat memberitakan sebuah peristiwa, tetapi juga menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya. Dengan menjaga etika dan profesionalisme, pers diharapkan mampu ikut menciptakan ruang informasi yang sehat sekaligus membantu masyarakat menghadapi ancaman hoaks.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra