Skip to main content

HUT ke-4 LEKAD, Pemkot Bengkulu Dorong Perluasan Bantuan Sosial dan Beasiswa

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menghadiri kegiatan bakti sosial “Saling Bersinergi Bantu Rakyat” yang digelar LEKAD dalam rangka memperingati HUT ke-4 di Balai Kota Merah Putih, Rabu (30/9/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Semangat kolaborasi untuk membantu masyarakat kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Bengkulu bersama Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD). Memperingati empat tahun kiprahnya, LEKAD menggelar bakti sosial bertajuk “Saling Bersinergi Bantu Rakyat” di Balai Kota Merah Putih, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah dan berbagai elemen lainnya.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi hadir langsung dalam kegiatan itu. Turut hadir Direktur LEKAD Anugerah Wahyu, Ketua KPID Provinsi Bengkulu, Kepala BIN Daerah Provinsi Bengkulu, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Bengkulu, jajaran Baznas Kota Bengkulu, perwakilan Bank Bengkulu, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama serta pengurus dan anggota LEKAD.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy Wahyudi memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilakukan LEKAD selama empat tahun terakhir. Menurutnya, keberadaan lembaga yang bergerak di bidang edukasi dan kajian daerah dapat memberikan kontribusi lebih luas apabila tidak hanya menjalankan program sosial dan pendidikan, tetapi turut memberikan masukan terhadap persoalan pembangunan.

Dedy berharap LEKAD dapat mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dengan menghadirkan kajian, gagasan dan rekomendasi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

“Di usia empat tahun ini LEKAD sudah banyak memberikan kontribusi terhadap pemerintah daerah, kota, dan provinsi. Ke depan saya minta LEKAD juga memberikan masukan dan rekomendasi terhadap berbagai persoalan daerah, baik ekonomi, sosial maupun pembangunan lainnya,” kata Dedy.

Selain membahas peran lembaga sosial dan kajian daerah, Dedy Wahyudi mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Bengkulu memperluas intervensi di bidang pendidikan melalui program beasiswa.

Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Tidak hanya itu, Pemkot Bengkulu juga menyiapkan perhatian bagi generasi muda yang mempunyai prestasi pada bidang olahraga, seni dan budaya.

Menurut Dedy, keterbatasan anggaran selama ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menjalankan program tersebut. Namun, pemerintah daerah telah memiliki komitmen untuk mulai mengalokasikan dukungan sehingga kesempatan memperoleh pendidikan tinggi maupun pengembangan prestasi dapat semakin terbuka.

“Karena selama ini anggaran terbatas, tapi niatnya kita sudah akan memulai. 2027 saya akan laksanakan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur LEKAD Anugerah Wahyu menjelaskan bahwa bakti sosial dalam rangka HUT ke-4 bukan sekadar kegiatan seremonial. Setelah acara di Balai Kota Merah Putih, tim akan bergerak langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang telah masuk dalam pendataan.

Sekitar 40 orang disiapkan untuk melakukan penyaluran bantuan dengan metode kunjungan langsung atau door-to-door. Berdasarkan pendataan yang dilakukan, terdapat sekitar 300 warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

“Sekitar ada 40 orang akan berlanjut door-to-door. Jadi ada sekitar 300 terdata warga yang membutuhkan,” ujar Anugerah.

Kelompok penerima bantuan berasal dari berbagai latar belakang. Di antaranya pengemudi ojek online dari komunitas Maxim dan Grab, kaum duafa, anak yatim piatu hingga kalangan insan pers yang berada dalam kondisi membutuhkan.

Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan tidak berhenti pada simbolisasi di acara, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.

Anugerah juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam memperluas jangkauan program sosial. Warga maupun insan pers yang mengetahui adanya masyarakat yang membutuhkan bantuan di lingkungan masing-masing dapat menyampaikan informasi kepada pihak terkait.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar persoalan sosial dapat diidentifikasi secara lebih cepat. Kolaborasi dengan Pemkot Bengkulu juga diharapkan dapat membuat kegiatan sosial tersebut berlangsung secara berkelanjutan.

Momentum empat tahun LEKAD sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antara lembaga kajian, pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, media dan masyarakat.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan bantuan sesaat, tetapi berkembang menjadi pola pendampingan bagi warga rentan. Dengan pendataan yang lebih terarah, bantuan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan menjangkau kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.

Sinergi Pemkot Bengkulu dan LEKAD pun diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Selain bantuan langsung, perhatian terhadap pendidikan melalui rencana program beasiswa juga menjadi langkah lain untuk membuka kesempatan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu.

Dengan demikian, peringatan HUT ke-4 LEKAD tidak hanya menjadi penanda perjalanan organisasi, tetapi juga momentum memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra