TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bengkulu menyelenggarakan Simposium Nasional IDAI Bengkulu yang berlangsung di Hotel Mercure Bengkulu, Sabtu (7/1). Kegiatan ilmiah ini diikuti oleh sekitar 140 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, baik yang hadir secara langsung maupun melalui platform daring. Peserta terdiri atas dokter spesialis anak, dokter umum, serta tenaga kesehatan yang memiliki peran dalam pelayanan kesehatan anak.
Simposium ini digelar sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan anak. Fokus utama pembahasan diarahkan pada penanganan kegawatdaruratan pediatrik, deteksi dini penyakit, serta penguatan kerja sama lintas profesi dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan anak yang semakin kompleks.
Ketua Panitia Pelaksana Simposium Nasional IDAI Bengkulu, dr. Laila Fitri Rahmi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai forum ilmiah yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Melalui simposium ini, para peserta diharapkan dapat memperbarui pengetahuan, berbagi pengalaman klinis, serta memperkuat jejaring profesional antar tenaga kesehatan.
“Simposium ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan pada anak yang membutuhkan respons cepat dan tepat,” ujar dr. Laila. Ia menambahkan bahwa tantangan kesehatan anak saat ini semakin beragam, sehingga dibutuhkan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua IDAI Cabang Bengkulu, dr. Jumnalis, menekankan bahwa kondisi kesehatan anak di Provinsi Bengkulu masih memerlukan perhatian serius. Ia memaparkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023 yang menunjukkan angka kematian bayi secara nasional sebesar 6,85 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan di Bengkulu mencapai 19,73 per 1.000 kelahiran hidup. Untuk angka kematian balita, secara nasional tercatat 19,83 per 1.000 kelahiran hidup, sementara Bengkulu berada pada angka 23,38 per 1.000 kelahiran hidup.
“Angka ini menunjukkan bahwa Bengkulu masih berada di atas rata-rata nasional. Ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata dr. Jumnalis.
Menurutnya, simposium nasional ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita, sekaligus mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 di sektor kesehatan.
Sambutan juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IDAI, dr. Hikari Ambaran Syakti. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan anak tidak bisa hanya mengandalkan dokter spesialis anak semata, tetapi memerlukan kolaborasi lintas disiplin yang kuat. Sinergi antara dokter, tenaga kesehatan, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya menjadi kunci dalam menciptakan sistem pelayanan yang efektif dan berkelanjutan.
“Penanganan kegawatdaruratan dan deteksi dini penyakit anak membutuhkan kerja sama yang solid antarberbagai pihak. Tidak cukup hanya satu profesi, tetapi harus melibatkan semua unsur yang terkait,” jelasnya.
Simposium Nasional IDAI Bengkulu secara resmi dibuka oleh Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar. Dalam sambutannya, Khairil Anwar menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya kasus penyakit kronis pada anak-anak di usia dini. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi hambatan serius dalam mewujudkan bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045.
Ia berharap simposium ini tidak hanya berfokus pada aspek pengobatan, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi strategis di bidang pencegahan. Edukasi mengenai pola hidup sehat, gizi seimbang, serta deteksi dini penyakit perlu diperkuat agar kualitas kesehatan anak dapat meningkat secara menyeluruh.
“Forum seperti ini sangat penting untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan derajat kesehatan anak, khususnya di Provinsi Bengkulu,” ujar Khairil Anwar.
Sebagai penutup rangkaian pembukaan, dilakukan penyerahan simbolis dari IDAI Cabang Bengkulu kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program peningkatan kesehatan anak. Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Khairil Anwar mewakili pemerintah daerah. Momen ini menjadi simbol sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah dalam membangun masa depan generasi Bengkulu yang lebih sehat dan berkualitas.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra