TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pergerakan harga barang dan jasa di Kota Bengkulu kembali mengalami perubahan sepanjang September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) mencapai 3,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada pada level 111,40.
Selain inflasi tahunan, perkembangan harga secara bulanan juga tercatat mengalami kenaikan. Inflasi month to month (m-to-m) pada September 2026 sebesar 0,20 persen, sedangkan inflasi sepanjang tahun berjalan atau year to date (y-to-d) mencapai 2,27 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) September 2026 yang berlangsung di Kantor BPS Kota Bengkulu, Kamis (1/10/2026).
Menurut data BPS, kelompok pengeluaran yang menjadi salah satu sumber tekanan harga terbesar secara tahunan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut memberikan andil inflasi sebesar 1,05 persen terhadap inflasi y-on-y Kota Bengkulu.
Sejumlah komoditas tercatat berkontribusi terhadap kenaikan harga secara tahunan. Di antaranya emas perhiasan, daging ayam ras, bensin, ikan dencis, serta minyak goreng.
Perubahan harga pada sejumlah kebutuhan masyarakat tersebut menjadi bagian dari dinamika inflasi yang terjadi selama satu tahun terakhir. Komoditas pangan dan energi, khususnya, memiliki pengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari maupun biaya aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, tidak seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. BPS mencatat kelompok kesehatan justru memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,01 persen.
Beberapa komoditas yang tercatat memberikan andil deflasi secara tahunan antara lain cabai merah, bawang merah, santan segar, tarif rumah sakit, dan tomat. Penurunan harga komoditas tersebut ikut menahan laju inflasi di Kota Bengkulu.
Sementara itu, jika dilihat berdasarkan perkembangan harga dari Agustus ke September 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang utama. Kelompok ini memberikan andil inflasi bulanan sebesar 0,21 persen.
Komoditas yang tercatat dominan mendorong inflasi bulanan meliputi cabai merah, roti manis, kemeja panjang katun wanita, Sigaret Putih Mesin (SPM), dan sepatu wanita.
Pergerakan harga cabai merah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena komoditas tersebut kembali tercatat sebagai penyumbang inflasi pada periode September. Kondisi harga pangan secara umum menjadi salah satu indikator penting dalam memantau daya beli masyarakat.
Namun, tekanan inflasi bulanan tersebut sebagian tertahan oleh kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga. Kelompok transportasi tercatat memberikan andil deflasi sebesar 0,04 persen.
Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap deflasi bulanan tersebut yakni angkutan udara, bawang merah, daging ayam ras, emas perhiasan, dan jengkol.
Rilis perkembangan inflasi tersebut turut diikuti sejumlah perangkat daerah Pemerintah Kota Bengkulu. Kehadiran lintas instansi menjadi bagian dari koordinasi dalam memahami perkembangan harga sekaligus mencermati kondisi ekonomi daerah berdasarkan data statistik terbaru.
Instansi yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Bappeda Kota Bengkulu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Bagian Perekonomian Setda Kota Bengkulu, serta para statistisi di lingkungan BPS Kota Bengkulu.
Data inflasi September 2026 ini dapat menjadi salah satu bahan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi perkembangan harga kebutuhan masyarakat. Terutama komoditas yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi maupun deflasi.
Dengan IHK Kota Bengkulu sebesar 111,40, perkembangan harga pada September menjadi bagian penting dalam melihat kondisi ekonomi daerah hingga memasuki triwulan terakhir 2026. Pemantauan harga secara berkala juga diperlukan untuk mengantisipasi perubahan harga komoditas yang berpotensi memengaruhi inflasi pada periode berikutnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra