Skip to main content

Jalan Usaha Tani Daneu Dibangun Terbuka, Warga Terlibat Aktif

Jalan Usaha Tani Daneu Dibangun Terbuka, Warga Terlibat Aktif

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Desa Daneu, Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan desa yang terbuka, partisipatif, dan berpihak kepada masyarakat. Melalui program Dana Desa Tahun Anggaran 2025, Pemdes membangun jalan usaha tani guna mendukung akses produksi pertanian masyarakat.

Pembangunan ini dibawah kepemimpin  Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Daneu, Deos Kenenedi, dengan pelaksanaan secara swakelola melibatkan masyarakat sekitar.

Jalan usaha tani ini dibangun untuk membuka akses transportasi dari area perkebunan menuju jalan utama, yang selama ini menjadi hambatan utama para petani dalam mengangkut hasil panen mereka. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

Berbeda dari pola lama, pembangunan ini dilaksanakan secara terbuka. Pemdes Daneu secara aktif melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Bahkan, melalui kerja sama publikasi dengan media Teropongpublik.id, pemerintah desa membuka akses informasi seluas-luasnya kepada publik.

“Pembangunan tidak boleh dilakukan secara diam-diam. Semua harus tahu, semua harus ikut mengawasi. Ini uang rakyat, maka rakyat berhak tahu penggunaannya,” ujar Pjs Kades Deos Kenenedi saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (7 Juli 2025).

Pemerintah desa juga memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan tercatat dan terdokumentasi, mulai dari anggaran, jenis pekerjaan, hingga progres harian. Informasi ini dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui papan informasi desa maupun publikasi media.

Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mewajibkan badan publik di tingkat desa sekalipun untuk membuka diri terhadap pengawasan masyarakat.

“Dengan keterbukaan, kami ingin menepis stigma negatif. Justru kami mengajak masyarakat dan media untuk terlibat, agar tidak ada kecurigaan, tidak ada permainan,” lanjut Deos.

Pembangunan jalan usaha tani ini tak hanya soal infrastruktur, melainkan juga memanfaatkan Dana Desa tepat sasaran dan membangkitkan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa melalui Swakelola. Puluhan warga turun langsung bekerja di lapangan, merasa memiliki dan bertanggung jawab atas pembangunan desanya.

“Kami merasa dihargai karena diajak terlibat langsung. Jalan ini memang kebutuhan kami bersama,” ujar salah satu petani yang ikut bekerja.

Pemerintah Desa Daneu menargetkan pembangunan jalan usaha tani ini selesai dalam waktu dekat dan dapat langsung dimanfaatkan oleh warga, khususnya para petani yang selama ini kesulitan akses saat musim panen.

Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan media, Desa Daneu kini menapaki arah baru pembangunan yang transparan, inklusif, dan bertanggung jawab. Pjs Kepala Desa juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata pada hasil fisik, tetapi pada proses yang jujur dan terbuka.

“Kami ingin Desa Daneu menjadi contoh bahwa keterbukaan bukan kelemahan, justru itu kekuatan. Desa yang jujur adalah desa yang maju,” tegas Deos Kenenedi.(Adv)
Pewarta: Harlis Sang putra 
Editing: Adi Saputra