Skip to main content

Jenazah PMI Asal Air Duku Tiba dari Jepang, Pemkab Rejang Lebong Salurkan Santunan Rp195 Juta

Plt Bupati Rejang Lebong Hendri bersama Ketua DPRD, Sekda, jajaran pejabat daerah dan masyarakat menyambut kedatangan jenazah Rizki Ade Putra, Pekerja Migran Indonesia asal Air Duku yang meninggal dunia di Osaka, Jepang, Jumat (30/10/2026). Pemerintah daerah bersama pihak terkait memberikan santunan dan membantu proses pemulangan jenazah dengan total dukungan mencapai Rp195 juta.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Suasana haru menyelimuti Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (30/10/2026). Tangis keluarga dan warga pecah saat jenazah Rizki Ade Putra (26), Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di Osaka, Jepang, tiba di kampung halamannya setelah melalui proses pemulangan dari luar negeri.

Jenazah almarhum tiba di rumah duka sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangannya telah dinantikan keluarga bersama ratusan warga yang berkumpul sejak siang hari. Suasana semakin emosional ketika peti jenazah tiba dan disambut keluarga yang tidak kuasa menahan kesedihan.

Peristiwa duka tersebut turut mendapat perhatian pemerintah daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., hadir langsung bersama Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Sekretaris Daerah Iwan Sumantri, sejumlah pejabat pemerintah kabupaten, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tengah menghadapi kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut.

Selain mengikuti penyambutan jenazah, pemerintah daerah bersama pihak terkait juga menyerahkan bantuan santunan secara simbolis kepada keluarga almarhum. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan proses pemulangan hingga pelaksanaan pemakaman.

Ayah almarhum, Hermansyah, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan serta memfasilitasi kepulangan putranya dari Jepang.

Ia mengaku sangat terbantu dengan dukungan berbagai pihak sehingga jenazah anaknya dapat kembali ke tanah kelahiran dan dimakamkan di lingkungan keluarga.

"Terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah membantu memulangkan anak kami ke kampung halaman," ungkap Hermansyah dengan penuh haru.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rejang Lebong, Muhammad Andi Afriyanto, menjelaskan bahwa total santunan dan dukungan pembiayaan yang diberikan untuk proses pemulangan serta penanganan jenazah Rizki mencapai Rp195 juta.

Dana tersebut dialokasikan untuk dua kebutuhan utama. Sebesar Rp100 juta digunakan untuk membiayai proses pemulangan jenazah dari Osaka, Jepang, menuju Kabupaten Rejang Lebong. Sedangkan Rp95 juta lainnya diperuntukkan bagi biaya pemakaman dan berbagai kebutuhan keluarga selama proses penyambutan jenazah di rumah duka.

Menurut Andi, keberhasilan pemulangan jenazah tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan kerja sama lintas lembaga. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Gubernur Bengkulu, Plt Bupati Rejang Lebong, BPJS Ketenagakerjaan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta unsur terkait lainnya.

"Pemulangan ini berkat kerja sama Gubernur Bengkulu, Plt Bupati, BPJS Ketenagakerjaan, Baznas, dan seluruh pihak terkait," tegasnya.

Proses pemulangan jenazah pekerja migran dari luar negeri memang membutuhkan koordinasi berbagai pihak, mulai dari pengurusan administrasi, penanganan dokumen, hingga pembiayaan transportasi internasional. Karena itu, sinergi antarlembaga menjadi bagian penting agar jenazah dapat segera dipulangkan dan keluarga memperoleh kepastian.

Setelah tiba di rumah duka dan disambut keluarga serta masyarakat, jenazah Rizki kemudian diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir.

Sekitar pukul 14.30 WIB, iring-iringan jenazah bergerak menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Air Duku untuk dimakamkan. Keluarga, kerabat, dan warga setempat turut mengantarkan almarhum dalam suasana penuh kesedihan.

Kepulangan Rizki menjadi momen yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Air Duku. Di tengah kehilangan tersebut, dukungan pemerintah dan berbagai lembaga diharapkan dapat membantu keluarga melewati masa sulit.

Kepergian Rizki Ade Putra juga menjadi pengingat tentang pentingnya perlindungan dan pendampingan bagi Pekerja Migran Indonesia, termasuk ketika menghadapi musibah saat bekerja di luar negeri.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini.
Pewarta: Sanusi
Editing: Adi Saputra