Skip to main content

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Seluma Jelang Idulfitri, HIPMI Desak Bupati Bertindak

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Seluma Jelang Idulfitri, HIPMI Desak Bupati Bertindak

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, masyarakat Kabupaten Seluma mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Kelangkaan ini terjadi di tingkat agen dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan keresahan di kalangan warga, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Fenomena ini mendapat perhatian serius dari Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Seluma. Ketua BPC HIPMI Seluma, Febri Nanda Putra Pratama, mendesak Bupati Seluma, Tedy Rahman, untuk segera membentuk tim khusus guna menangani permasalahan ini.

"Kami sudah mengirim surat resmi kepada Bupati Seluma agar segera mengambil tindakan terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram ini. Kami berharap pemerintah daerah bisa segera mencari solusi agar distribusi gas kembali normal," ujar Febri dalam keterangannya, Sabtu (15/3).

Menurut Febri, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram telah menyebabkan harga di pasaran melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini tentu berdampak langsung pada masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi tersebut.

"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kami meminta Pak Bupati segera membentuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah ini dalam waktu sesingkat-singkatnya. Selain itu, kami juga meminta Ketua BPD HIPMI Bengkulu untuk ikut serta dalam upaya normalisasi harga elpiji," tambahnya.

Tidak hanya di Seluma, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram juga dilaporkan terjadi di beberapa kabupaten lain di Provinsi Bengkulu. Kondisi ini semakin memperburuk situasi, terutama bagi para pelaku UMKM yang menjadikan gas subsidi ini sebagai kebutuhan utama dalam menjalankan usahanya.

"Gas elpiji 3 kilogram adalah komponen vital bagi UMKM. Apalagi menjelang lebaran, di mana kebutuhan meningkat. Kasihan para pedagang kecil yang sangat bergantung pada gas ini untuk berjualan," lanjut Febri.

Selain meminta intervensi dari pemerintah daerah, BPC HIPMI Seluma juga telah berkoordinasi dengan Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, untuk menggerakkan para pengusaha dalam upaya menstabilkan harga dan pasokan gas elpiji 3 kilogram.

"Kami sudah meminta Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, untuk menggerakkan seluruh jajaran pengusaha agar turut berkontribusi dalam normalisasi harga dan pasokan gas elpiji di Seluma," pungkasnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar kelangkaan ini tidak semakin parah, terutama menjelang perayaan Idulfitri yang tinggal beberapa hari lagi.

Pewarta: Hassan
Editing : Adi Saputra