TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pemerintah Kota Bengkulu memperoleh tambahan kuota peserta didik untuk Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penambahan kuota tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat kurang mampu karena semakin banyak anak yang berkesempatan mendapatkan akses pendidikan berkualitas secara gratis.
Kepastian penambahan kuota itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen yang digelar di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia yang menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Persiapan Tahun Ajaran Baru
Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat menyampaikan bahwa sebanyak 93 lokasi Sekolah Rakyat di berbagai daerah telah dipersiapkan untuk mulai beroperasi pada tahun ajaran baru yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026.
Kota Bengkulu termasuk salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam pengembangan program tersebut. Pemerintah daerah diminta memastikan seluruh persiapan berjalan optimal agar proses pembelajaran dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, mengatakan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah pusat guna memastikan proses transisi dari Sekolah Rakyat Rintisan menuju Sekolah Rakyat permanen berjalan lancar.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam menyiapkan berbagai kebutuhan operasional sekolah.
“Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar pelaksanaan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai harapan. Program ini merupakan salah satu prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
Kuota Siswa Bertambah
Kabar baik datang bagi calon peserta didik di Kota Bengkulu. Dalam hasil rapat koordinasi tersebut, pemerintah pusat menyetujui penambahan jumlah kuota siswa yang dapat mengikuti Program Sekolah Rakyat.
Saat ini, kuota yang tersedia untuk Kota Bengkulu terdiri dari 33 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 37 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 70 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Penambahan kuota tersebut dinilai sangat penting mengingat masih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan pendidikan. Dengan kapasitas yang lebih besar, semakin banyak siswa berpotensi menerima manfaat dari program tersebut.
Afriyenita menyambut positif keputusan pemerintah pusat tersebut. Ia menilai tambahan kuota menjadi peluang besar untuk meningkatkan pemerataan pendidikan sekaligus membantu keluarga kurang mampu mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
“Alhamdulillah, Kota Bengkulu mendapatkan tambahan kuota siswa. Ini tentu menjadi kabar menggembirakan karena lebih banyak anak yang bisa merasakan manfaat program Sekolah Rakyat,” katanya.
Wujud Pemerataan Pendidikan
Program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial melalui sektor pendidikan. Melalui program ini, anak-anak yang selama ini terkendala faktor ekonomi dapat memperoleh kesempatan belajar yang sama dengan siswa lainnya.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dengan tambahan kuota yang diberikan oleh Kementerian Sosial, semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Bengkulu yang berkesempatan mengenyam pendidikan berkualitas. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra