TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu baru-baru ini menyampaikan aspirasi terkait peningkatan fasilitas kesehatan di RSUD M. Yunus dan RS Kesehatan Jiwa (RSKJ) Suprapto kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengatasi berbagai kekurangan fasilitas yang dianggap krusial demi pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Kunjungan tersebut dilaksanakan di kantor Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, rombongan dari Komisi IV didampingi oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edi, dan disambut langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal, dr. Andi Saguni, MA. Dr. Andi menyambut baik aspirasi yang diajukan dan menyebut langkah ini sebagai bentuk sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Dalam penjelasannya, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Sembiring, mengungkapkan bahwa RSUD M. Yunus sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Bengkulu masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah ketiadaan mobil ambulans medis yang memadai untuk melakukan tindakan darurat di lokasi kejadian atau di perjalanan. “Ini adalah kekurangan mendasar yang menjadi perhatian serius bagi kami. Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dalam mengatasi hal ini,” ujar Usin.
Menanggapi hal tersebut, dr. Andi Saguni menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan akan berupaya mendukung melalui pengadaan fasilitas yang diperlukan. “Kami mencatat semua kebutuhan yang disampaikan, dan pada tahun 2025, akan dialokasikan bantuan beberapa alat kesehatan untuk RSUD M. Yunus. Selain itu, satu unit mobil ambulans medis akan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2025,” jelasnya.
Tidak hanya menyampaikan masalah di RSUD M. Yunus, Komisi IV DPRD Bengkulu juga mengajukan proposal terkait peningkatan fasilitas di RSKJ Suprapto. Proposal lainnya termasuk usulan pembangunan Gedung Farmasi untuk Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Total ada tiga dokumen proposal yang diserahkan sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan peningkatan pelayanan kesehatan di Provinsi Bengkulu.
Melalui kolaborasi ini, Komisi IV DPRD Bengkulu berharap agar berbagai kebutuhan fasilitas kesehatan yang mendesak dapat segera terpenuhi. Dengan demikian, masyarakat di Provinsi Bengkulu dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik dan optimal. Usin menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen pihaknya untuk terus memperjuangkan akses kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya.
Di sisi lain, dr. Andi menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan keberlanjutan program peningkatan kesehatan di seluruh Indonesia. “Kesehatan adalah investasi utama bagi pembangunan bangsa. Dengan mendukung peningkatan fasilitas kesehatan di daerah, kita turut mendorong kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra