TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia terus memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui pembinaan nilai-nilai integritas di lingkungan keluarga pejabat. Salah satu langkah nyata diwujudkan lewat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas yang digelar di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, pada Rabu (5/11/2025).
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, didampingi Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, David Sepriawara. Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah provinsi, serta perwakilan organisasi wanita di lingkungan Pemprov Bengkulu.
Bimtek ini menjadi bagian dari rangkaian program KPK untuk memperkuat budaya antikorupsi melalui pembinaan keluarga pejabat publik. Fokus kegiatan tersebut adalah menekan potensi penyalahgunaan jabatan dan perilaku konsumtif yang dapat memicu tindak pidana korupsi.
Dalam sambutannya, David Sepriawara menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk integritas pejabat publik. Menurutnya, pencegahan korupsi tidak hanya bisa dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan terdekat seorang pejabat, yakni keluarga.
“Keluarga adalah benteng pertama yang bisa menjaga seorang pejabat dari perilaku koruptif. Karena itu, kami mengajak seluruh keluarga pejabat di Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan tanggung jawab,” ujar David.
Ia juga menyoroti fenomena flexing atau kebiasaan pamer kekayaan yang marak di media sosial. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memicu persepsi negatif dan bahkan menimbulkan godaan bagi pejabat untuk mencari sumber kekayaan secara tidak wajar.
“Budaya flexing itu sangat berbahaya. Ketika ada istri atau anggota keluarga pejabat yang memamerkan barang-barang mewah, hal itu bisa menimbulkan pertanyaan publik tentang sumber kekayaannya. Dari situlah potensi korupsi bisa muncul. Maka kami menekankan pentingnya menjaga kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyampaikan apresiasinya atas langkah KPK yang terus mendorong pembinaan integritas di tingkat keluarga. Ia menilai, edukasi semacam ini menjadi langkah preventif yang efektif dalam membangun pemerintahan yang bersih dan beretika.
“Upaya KPK untuk memberikan pembinaan kepada keluarga pejabat sangat kami dukung. Seperti yang disampaikan Pak David, perilaku glamor sekarang mudah terlihat karena semua bisa terekam dan tersebar di media sosial. Karena itu, penting bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan menunjukkan gaya hidup,” ujar Mian.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen mendukung upaya pemberantasan korupsi melalui pembinaan moral dan peningkatan kesadaran integritas di semua lapisan birokrasi.
“Kami ingin membangun Bengkulu yang bersih, transparan, dan berintegritas. Semua pejabat dan keluarganya harus menjadi teladan, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, KPK berharap tercipta sinergi antara lembaga negara, pemerintah daerah, dan keluarga pejabat dalam menumbuhkan budaya antikorupsi yang kuat. Nilai kejujuran dan kesederhanaan diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam setiap tindakan, baik di rumah maupun di tempat kerja.
Dengan pesan utama “keluarga berintegritas, bangsa bermartabat”, kegiatan ini menegaskan bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, dimulai dari lingkup terkecil keluarga.(adv).
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra