TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu melakukan pemusnahan sebanyak 3.200 lembar surat suara yang rusak dan berlebih. Tindakan ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilihan Umum 2024. Acara pemusnahan tersebut digelar di depan kantor KPU Kota Bengkulu, bersamaan dengan pelepasan kendaraan yang mengangkut logistik pemilu menuju PPK di masing-masing kecamatan.
Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, menyatakan kebahagiannya atas kelancaran proses pemusnahan surat suara dan pelepasan logistik tersebut. Hadir dalam acara ini pula sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua KPU Kota Bengkulu, Rayendra Pirsad, Kapolresta Bengkulu Kombes. Pol. Deddy Nata, serta perwakilan dari instansi terkait seperti Dandim 0407/Kota Bengkulu, Kajari Bengkulu, Pengadilan Negeri Bengkulu, dan Bawaslu Kota Bengkulu.
"Alhamdulillah tadi sudah kita saksikan bersama pemusnahan surat suara rusak dan berlebih dilanjutkan dengan pelepasan logistik pemilu 2024. Insya Allah, pemilu di Kota Bengkulu berlangsung kondusif sampai pada penghitungan suara," ujar Arif Gunadi dalam wawancara usai acara.
Ketua KPU Kota Bengkulu, Rayendra Pirsad, menegaskan bahwa pemusnahan surat suara dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. "Sesuai dengan prosedur, hari ini kita sudah memusnahkan surat suara seluruhnya baik yang rusak maupun yang berlebih. Jumlahnya ada sekitar 3.200 lembar dari semua jenis pemilu dan semua tingkatan," jelas Rayendra.
Proses pendistribusian logistik pemilu juga telah dilaksanakan. Kendaraan yang mengangkut logistik pemilu telah dilepas dan diantar ke PPK kecamatan. Setelah itu, logistik akan transit di PPK sebelum menuju PPS, dan selanjutnya didistribusikan ke TPS. "Paling lambat hari ini sudah sampai di TPS dan akan menginap di TPS. Sesuai dengan petunjuk, ketua KPPS dan anggota bertanggungjawab terhadap kotak suara dan nanti akan dibackup pihak kepolisian," tambah Rayendra.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan pemilu, Kapolresta Bengkulu, Kombes. Pol. Deddy Nata, menginformasikan bahwa pihaknya telah menurunkan 290 personel untuk mengawal pemilu di semua TPS se-Kota Bengkulu. Meskipun demikian, anggota yang bertugas tidak akan membawa senjata api, melainkan hanya senjata pentungan dan borgol. Peralatan seperti senjata api, gas air mata, dan lain-lain akan standby di Mapolresta.
"Personel hanya dilengkapi pentungan dan borgol, tidak ada yang membawa senjata api," ungkap Deddy, menjelaskan strategi keamanan yang diterapkan untuk mengantisipasi potensi keributan atau tindakan anarkis selama pemungutan dan penghitungan suara.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik antara KPU, pihak kepolisian, dan instansi terkait lainnya, diharapkan Pemilihan Umum 2024 di Kota Bengkulu dapat berlangsung secara lancar, aman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra