Skip to main content

Kreatif! DWP Seluma Manfaatkan Lele dan Tulangnya Jadi Produk Sehat

Kreatif! DWP Seluma Manfaatkan Lele dan Tulangnya Jadi Produk Sehat

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>  Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Seluma, Ny. Dianti Tjaja Deddy Ramdhani, memimpin pertemuan rutin bulanan yang kali ini dikemas berbeda dari biasanya. Selain agenda silaturahmi dan evaluasi program, kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DWP Kabupaten Seluma, Rabu (11/2/2026), juga diisi dengan pelatihan pengolahan ikan lele menjadi produk pangan bernilai tambah.

Suasana pertemuan tampak lebih semarak ketika para anggota tidak hanya duduk mendengarkan arahan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan nugget berbahan dasar ikan lele serta pengolahan tulangnya menjadi kerupuk. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya DWP untuk mendorong anggotanya lebih kreatif dalam memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau.

Dalam sambutannya, Ny. Dianti menegaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk membekali anggota dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di rumah tangga. Menurutnya, ikan lele merupakan bahan pangan yang kaya nutrisi, mudah didapatkan di pasaran, serta memiliki harga yang relatif terjangkau.

“Kita ingin anggota DWP tidak hanya memahami pentingnya konsumsi ikan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi menu yang menarik dan memiliki nilai ekonomi. Dagingnya bisa dibuat nugget, sementara tulangnya pun masih dapat dimanfaatkan menjadi kerupuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi dalam pengolahan pangan sangat penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Dengan variasi olahan yang lebih menarik, anak-anak diharapkan semakin gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber protein.

Materi pelatihan disampaikan oleh Novita Rita, Penyuluh Perikanan Kabupaten Seluma, yang dihadirkan sebagai narasumber. Dalam paparannya, Novita menjelaskan alasan pemilihan ikan lele sebagai bahan utama pelatihan. Selain ketersediaannya melimpah, ikan lele juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan cocok dikonsumsi berbagai kalangan usia.

Ia menyebutkan, kandungan protein dalam ikan lele berkisar antara 16 hingga 17 persen, sehingga baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, ikan air tawar ini relatif aman bagi anak-anak yang memiliki alergi terhadap ikan laut.

“Lele merupakan alternatif sumber protein hewani yang baik. Harganya ekonomis, mudah diolah, dan dapat dijadikan berbagai produk, salah satunya nugget yang sangat digemari anak-anak,” jelas Novita di hadapan peserta.

Dalam sesi praktik, para anggota diajarkan mulai dari tahap pemilihan bahan, proses penggilingan daging, pencampuran bumbu, hingga teknik pencetakan dan pengukusan nugget. Tidak hanya itu, tulang ikan yang biasanya dibuang juga diolah menjadi adonan kerupuk setelah melalui proses perebusan dan penghalusan terlebih dahulu.

Menurut Novita, pemanfaatan tulang ikan tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberikan nilai tambah karena tulang mengandung kalsium yang bermanfaat bagi kesehatan tulang dan gigi. Dengan teknik pengolahan yang tepat, tulang ikan dapat diolah menjadi kerupuk renyah yang memiliki cita rasa gurih.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para anggota DWP tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai peluang usaha dari produk olahan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan tertarik untuk mengembangkan nugget lele sebagai usaha rumahan.

Ny. Dianti berharap, pelatihan ini tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mendorong agar keterampilan yang diperoleh dapat dibagikan kepada masyarakat sekitar, sehingga manfaatnya semakin luas.

“Kami ingin ilmu yang didapat hari ini bisa dipraktikkan di rumah, bahkan kalau memungkinkan dikembangkan menjadi usaha kecil yang membantu perekonomian keluarga,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Seluma menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kapasitas anggotanya. Dengan memaksimalkan potensi bahan pangan lokal seperti ikan lele, diharapkan tercipta keluarga yang lebih sehat, kreatif, dan mandiri secara ekonomi.

Pewarta : Amg

Editing : Adi  Saputra