Skip to main content

Masjid Agung At-Taqwa Bengkulu Gunakan Besek Bambu untuk Pembagian Daging Kurban

Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah bersama pengurus Masjid Agung At-Taqwa meninjau pembagian daging kurban menggunakan besek bambu ramah lingkungan di Kota Bengkulu, Rabu (27/5).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Pengurus Masjid Agung At-Taqwa menghadirkan inovasi baru dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun 2026 dengan mengganti kantong plastik sekali pakai menjadi wadah anyaman bambu atau besek untuk pembagian daging kurban kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mengurangi sampah plastik di Kota Bengkulu.

Inovasi ramah lingkungan itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bengkulu. Peninjauan langsung proses pemotongan hingga distribusi daging kurban dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, Rabu (27/5). Dalam kegiatan tersebut, Medy didampingi Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu drh. Henny Kusuma Dewi serta Ketua Umum Masjid Agung At-Taqwa, Buya Yulkamra.

Medy mengatakan penggunaan besek bambu menjadi langkah positif yang patut dicontoh oleh masjid-masjid lainnya karena mampu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik. Menurutnya, selama ini pembagian daging kurban identik dengan penggunaan kantong plastik yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

“Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Masjid Agung At-Taqwa tahun ini membawa semangat baru. Pengurus masjid menghadirkan terobosan dengan menggunakan besek bambu sebagai wadah pembagian daging kurban. Ini tentu sangat baik karena lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ujar Medy.

Ia menambahkan, penggunaan besek tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dinilai lebih aman untuk menjaga kualitas daging kurban. Wadah berbahan alami tersebut dianggap mampu menjaga sirkulasi udara sehingga daging tidak cepat rusak dibandingkan disimpan dalam kantong plastik.

Menurut Medy, inovasi sederhana seperti ini dapat memberikan dampak besar apabila diterapkan secara luas. Pemerintah Kota Bengkulu berharap langkah yang dilakukan Masjid Agung At-Taqwa menjadi contoh bagi pengurus masjid lain di wilayah Kota Bengkulu hingga Provinsi Bengkulu.

“Selain menjaga lingkungan, penggunaan besek juga memiliki nilai ekonomi dan budaya karena memanfaatkan kerajinan tradisional masyarakat. Harapan kita, inovasi baik seperti ini bisa terus dikembangkan dan ditiru oleh masjid lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Masjid Agung At-Taqwa, Buya Yulkamra, menjelaskan bahwa penggunaan besek dipilih karena lebih praktis, ramah lingkungan, dan dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat setelah menerima daging kurban. Ia menyebutkan bahwa pengurus masjid ingin menghadirkan pelaksanaan ibadah kurban yang tidak hanya bernilai ibadah sosial, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, kesadaran untuk mengurangi sampah plastik harus dimulai dari lingkungan masyarakat dan rumah ibadah. Dengan memanfaatkan besek bambu, pihaknya ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

“Besek ini bisa dipakai kembali oleh warga untuk kebutuhan rumah tangga sehingga tidak langsung menjadi sampah. Kami berharap langkah kecil ini bisa memberikan manfaat besar bagi lingkungan,” kata Buya Yulkamra.

Pelaksanaan kurban di Masjid Agung At-Taqwa sendiri berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan masyarakat sekitar. Daging kurban dibagikan kepada warga yang membutuhkan dengan sistem tertib dan merata.

Inovasi penggunaan besek bambu dalam pembagian daging kurban ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Selain dinilai lebih unik dan tradisional, warga juga mengaku senang karena wadah tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan rumah tangga.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap semangat kepedulian lingkungan yang ditunjukkan Masjid Agung At-Taqwa dapat menjadi inspirasi dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya di masa mendatang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra