TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>> Pemerintah Desa Sungai Gerong, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong, bersama pihak Kecamatan dan Dinas Kesehatan bergerak cepat menyikapi laporan masyarakat terkait adanya warga yang mengalami gejala penyakit secara massal di Dusun 3.
Pejabat Kepala Desa Sungai Gerong, Leni Anggriyani, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima pada malam sebelumnya dari warga setempat. Pemerintah desa segera turun langsung ke lokasi bersama para kepala dusun untuk melakukan pengecekan.
“Tadi malam kami dapat laporan dari masyarakat, kami langsung turun bersama Kadus 1, Kadus 2, dan Kadus 3 ke Dusun 3. Ternyata hampir rata warga di sana mengalami gejala yang serupa. Kami belum bisa memastikan ini wabah penyakit apa,” ujar Leni.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak desa langsung berkoordinasi dengan Camat Amen dan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong. Respons cepat pun dilakukan dengan menerjunkan tim medis dari puskesmas ke rumah-rumah warga.
“Alhamdulillah, pak Camat langsung tanggap. Hari ini tim dari Dinkes, dokter Puskesmas dan tim dari Kecamatan Amen turun ke lapangan untuk mendata dan mengecek kondisi warga,” tambah Leni.
Sementara itu, Camat Amen Indra Istiawan, S.KM menyampaikan bahwa langkah cepat sudah dilakukan begitu mendapat laporan dari pemerintah desa.
“Kami dari pihak kecamatan langsung respon. Setelah Ibu Kades melaporkan, saya segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan. Hari ini tim Dinkes dan Puskesmas langsung turun ke Dusun 3 Sungai Gerong untuk menelusuri penyakit apa yang menjangkiti warga,” kata Indra.
Menurutnya, meskipun dugaan sementara belum dapat dipastikan, pihaknya menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, minimal lingkungan rumah masing-masing. Kita khawatir ini bisa memicu munculnya penyakit lain. Untuk hasil pasti, kita tunggu tindak lanjut dari Dinkes dan Puskesmas,” ujar Indra.
Dari pihak Dinas Kesehatan, dr. Seli Marlina menyampaikan bahwa hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan penyakit chikungunya, yang ditandai dengan gejala demam, nyeri sendi, dan munculnya ruam pada tubuh.
“Gejalanya khas: demam berkisar 7–8 hari, diikuti nyeri sendi yang cukup parah dan timbul ruam. Ini mengarah pada virus chikungunya, tapi kami masih akan lakukan pengujian lebih lanjut,” terang dr. Seli.
Selain penanganan medis, tim juga melakukan pengecekan lingkungan sekitar dan menemukan beberapa titik genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebar virus.
“Kami akan terus pantau dan tindak lanjuti dengan pembenahan lingkungan agar potensi penularan bisa ditekan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Pemdes Sungai Gerong kembali mengimbau agar program Jumat Bersih yang rutin dilaksanakan warga tetap dijalankan secara mandiri di tingkat keluarga.
“Hari ini kegiatan gotong royong kami tunda karena mendampingi tim kesehatan. Tapi kami tetap imbau warga untuk lakukan bersih-bersih mandiri di lingkungannya masing-masing,” tutup Kades Leni.
Saat ini, data sementara menunjukkan lebih dari 10 warga terdampak gejala serupa, dan proses pendataan serta pemeriksaan masih berlangsung.(adv)
Pewarta : Harlis Sang Putra
Editing : Adi Saputra