TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kabupaten Seluma melalui Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Seluma bersama Dinas Perindagkop & UKM melakukan pemantauan langsung ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pasar Tais. Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Seluma.
Dalam pemantauan tersebut, pemerintah daerah menyoroti kondisi stok bahan bakar yang saat ini masih belum sepenuhnya stabil. Berdasarkan laporan pihak SPBU, ketersediaan Pertalite hanya mencapai 8 ton per hari, sementara kebutuhan normal masyarakat Seluma seharusnya sekitar 16 ton per hari. Artinya, pasokan Pertalite baru mampu menutupi setengah dari kebutuhan harian.Keterbatasan ini dipicu oleh masalah distribusi di tingkat hulu, tepatnya akibat pendangkalan yang terjadi di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Kondisi pelabuhan yang tidak optimal menghambat kelancaran kapal pengangkut BBM untuk melakukan bongkar muat, sehingga pasokan dari Pertamina ke sejumlah daerah, termasuk Seluma, ikut terpengaruh.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pasokan jenis BBM lain, seperti Solar, masih cukup aman. Stok Solar tercatat 8 ton per hari dan jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan normal masyarakat. Namun, persoalan lain masih muncul di lapangan. Antrean kendaraan pengguna Solar tetap terlihat panjang lantaran SPBU Pasar Tais hanya memiliki satu unit dispenser atau pompa. Keterbatasan area SPBU yang sempit juga membuat pelayanan belum maksimal.
Pihak SPBU Pasar Tais menyampaikan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjaga distribusi agar tidak terhenti. Upaya penambahan pasokan secara berkala dilakukan guna memenuhi permintaan masyarakat, terutama untuk jenis Pertalite yang paling banyak digunakan oleh kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Pemerintah Kabupaten Seluma menilai upaya menjaga kelancaran distribusi BBM memiliki dampak penting, tidak hanya bagi mobilitas masyarakat tetapi juga dalam menjaga kestabilan harga barang dan jasa. Apabila distribusi terganggu, inflasi daerah bisa meningkat akibat naiknya biaya transportasi dan logistik. Oleh karena itu, ketersediaan energi dipandang sebagai salah satu pilar utama dalam mengendalikan inflasi di Seluma.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat juga diminta menghindari praktik penimbunan BBM yang justru akan memperburuk situasi. Pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan pasokan masih dalam kendali dan distribusi tetap berjalan meskipun dengan beberapa keterbatasan teknis.
Selain itu, Pemkab Seluma berkomitmen terus melakukan pemantauan rutin ke SPBU maupun lembaga penyalur BBM lainnya. Langkah ini untuk memastikan distribusi berjalan lancar, stok BBM terpantau secara transparan, serta keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pihak SPBU, Pertamina, serta kesadaran masyarakat, diharapkan situasi distribusi BBM di Kabupaten Seluma tetap kondusif. Pemerintah optimistis bahwa meskipun terdapat kendala pasokan di tingkat hulu, kebutuhan masyarakat Seluma tetap dapat terpenuhi secara bertahap.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra