Skip to main content

Pemkot Bengkulu Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir

Pemkot Bengkulu Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat menanggapi dampak curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah kawasan permukiman. Berbagai langkah darurat langsung diaktifkan guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi serta situasi di lapangan dapat terkendali.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, turun langsung meninjau kesiapan posko dapur umum yang dipusatkan di Masjid Nurul Iman Korpri, Sabtu siang (3/1/2026). Dapur umum tersebut disiapkan untuk melayani masyarakat di beberapa RT sekitar yang terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Tony, pemilihan lokasi dapur umum yang berada di tengah lingkungan permukiman bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil agar distribusi makanan kepada warga terdampak dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Dapur umum sengaja ditempatkan di pusat lokasi terdampak. Harapannya, warga yang rumahnya tidak terendam bisa ikut berpartisipasi membantu, terutama dalam proses memasak. Sementara itu, Pemerintah Daerah melalui BPBD memastikan seluruh kebutuhan logistik dapat terpenuhi, khususnya pada masa tanggap darurat pasca banjir ini,” ujar Tony saat berada di lokasi.

Ia menegaskan bahwa langkah tanggap darurat ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu. Seluruh perangkat daerah diminta bergerak cepat dan terkoordinasi untuk membantu masyarakat. Di lapangan, koordinasi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, serta instansi teknis lainnya.

Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, Pemkot Bengkulu juga memastikan kesiapan personel dan peralatan untuk menghadapi kemungkinan terburuk apabila curah hujan kembali meningkat. Petugas disiagakan di sejumlah titik rawan genangan guna melakukan pemantauan serta evakuasi apabila diperlukan.

Tony Elfian juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan rilis terbaru, potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Informasi dari BMKG menunjukkan adanya peningkatan intensitas hujan. Pada periode 1 hingga 6 Januari 2026 diperkirakan hujan dengan intensitas sedang. Namun masyarakat harus tetap waspada karena puncak curah hujan diprediksi terjadi pada pertengahan Januari,” jelasnya.

Seiring dengan itu, masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di daerah rawan banjir. Pemerintah juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan kondisi darurat kepada pihak kelurahan setempat atau melalui layanan panggilan darurat 112 apabila debit air kembali meningkat.

Pemkot Bengkulu berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat meminimalisasi dampak bencana serta mempercepat pemulihan kondisi pasca banjir di wilayah terdampak.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra