Skip to main content

Pemkot Bengkulu Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi

Pemkot Bengkulu Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu di bawah kepemimpinan Walikota Dedy Wahyudi resmi menggerakkan aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Instruksi penggalangan dana ini disampaikan langsung oleh Dedy dalam rapat koordinasi bersama jajaran perangkat daerah di Ruang Hidayah I Balai Kota Bengkulu, baru-baru ini.

Rapat tersebut dihadiri Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian (Kabag), para camat, kepala puskesmas, serta para kepala sekolah dari tingkat SD hingga SMP se-Kota Bengkulu. Dalam arahannya, Dedy menegaskan bahwa musibah besar yang menimpa tiga provinsi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antardaerah di Pulau Sumatera.

Menurutnya, ASN maupun pejabat struktural di lingkungan Pemkot Bengkulu tidak hanya memiliki peran sebagai pelayan publik tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang wajib menunjukkan empati dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, ia meminta seluruh instansi di Kota Bengkulu untuk berpartisipasi tanpa paksaan, melainkan atas dasar ketulusan dan kepedulian terhadap para korban.

“Gerakan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah panggilan kemanusiaan. Saya berharap keikhlasan dan ketulusan bapak dan ibu sekalian untuk meringankan beban saudara kita yang tengah menghadapi cobaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ujar Dedy dalam arahannya.

Pemkot Bengkulu menargetkan seluruh bantuan dapat terkumpul paling lambat pada Jumat (05/12/2025). Dedy menjelaskan bahwa proses penyaluran dilakukan secara terkoordinasi melalui tim khusus yang dibentuk pemerintah daerah agar seluruh bantuan sampai kepada penerima secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Bantuan dapat berupa dana tunai melalui satu rekening resmi, pakaian layak pakai, logistik, obat-obatan, makanan siap saji, maupun kebutuhan darurat lainnya.

Ia juga menekankan bahwa transparansi menjadi poin utama dalam proses pengumpulan dan penyaluran bantuan, sehingga seluruh pihak yang berkontribusi dapat memantau prosesnya dengan jelas. Pemkot Bengkulu memastikan setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun, akan sangat berarti bagi para korban yang kini masih berada di titik-titik evakuasi.

Selain ditujukan untuk membantu pemulihan para penyintas, gerakan sosial ini diharapkan mampu menggugah partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat Bengkulu. Dedy mengajak organisasi masyarakat, komunitas pemuda, lembaga pendidikan, pelaku usaha, hingga individu untuk ikut memberikan kontribusi.

Ia meyakini bahwa semangat gotong royong dan kepedulian yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Bengkulu akan menjadi kekuatan besar dalam mengumpulkan bantuan yang dibutuhkan. “Semoga gerakan ini menjadi bukti bahwa kita bukan hanya tetangga dalam peta, tetapi saudara dalam rasa,” tutup Dedy.

Pemkot Bengkulu berharap gerakan solidaritas lintas daerah ini dapat memberikan dukungan nyata bagi pemulihan kondisi masyarakat di tiga provinsi tersebut dan menjadi wujud nyata kepedulian antarsesama dalam menghadapi bencana alam.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra