TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>> Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Bengkulu Tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Taman Wisata Mangrove Bhadrika, Jalan Jenggalu, Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, pada Kamis (21/8/2025).
Rakorda yang mengusung tema “Dari Bumi Merah Putih untuk Indonesia Emas 2045” ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, mitra kerja BKKBN, akademisi, serta organisasi masyarakat yang konsisten mendukung peningkatan kualitas keluarga dan pembangunan sumber daya manusia.
Dalam agenda Rakorda, terdapat beberapa kegiatan penting yang menandai semakin kuatnya sinergi antara lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat. Di antaranya penandatanganan kerja sama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan BKKBN, pelantikan Forum Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), serta penyelempangan simbolis orang tua asuh dalam upaya pencegahan stunting.
Salah satu poin yang menarik perhatian adalah pemberian apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. BKKBN menilai, Pemkot Bengkulu selama ini memiliki komitmen tinggi dalam memanfaatkan data keluarga sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan, Pemkot Bengkulu berkomitmen menjaga konsistensi dalam penggunaan data keluarga sebagai fondasi kebijakan, terutama untuk mendukung program pencegahan stunting dan penguatan ketahanan keluarga.
“Data keluarga bukan hanya angka, melainkan cerminan kondisi riil masyarakat. Dari data itu, kita bisa melihat apa saja kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, termasuk bagaimana mencegah stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mendorong kualitas pendidikan generasi muda,” ujar Ronny.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pembangunan manusia tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh komponen, mulai dari pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, hingga keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Rakorda Bangga Kencana 2025 sendiri memiliki tujuan memperkuat koordinasi antardaerah serta menyatukan strategi dalam menghadapi tantangan demografi menuju Indonesia Emas 2045. Dengan memanfaatkan bonus demografi secara optimal, diharapkan generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam kesempatan itu juga menegaskan bahwa isu stunting masih menjadi perhatian utama. Ia menekankan perlunya penguatan program orang tua asuh cegah stunting, yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa gotong royong masyarakat dalam membantu keluarga kurang mampu.
Selain itu, pelantikan Forum Kader IMP menjadi bagian penting dalam strategi pemberdayaan masyarakat. Para kader diharapkan mampu menjadi ujung tombak sosialisasi, edukasi, sekaligus pendamping keluarga dalam menjalankan program Bangga Kencana di tingkat desa dan kelurahan.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Rakorda, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama seluruh peserta sepakat memperkuat komitmen membangun sinergi lintas sektor. Harapannya, setiap program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Rakorda ini menjadi momentum untuk meneguhkan langkah bersama. Dengan sinergi, kita bisa mencetak generasi emas 2045, generasi yang sehat, berkualitas, dan siap membawa Indonesia bersaing di kancah global,” tutup Ronny.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra