TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Pj Walikota Bengkulu, Arif, memimpin rapat koordinasi (rakor) tim pengendali inflasi daerah (TPID) bersama Bank Indonesia (BI), BPS, dan Bulog di ruang rapat Merah Putih pada Selasa (23/1/24). Rapat tersebut dihadiri oleh Pj Sekda Eka Rika Rino, Asisten II Sehmi, kepala OPD terkait, dan perwakilan Kapolresta Bengkulu.
Dalam rakor tersebut, Arif menyampaikan beberapa poin penting, terutama kepada beberapa OPD terkait, dengan fokus pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Arif menekankan perlunya Disperindag untuk mengumpulkan para pedagang yang menjadi penyedia bahan pangan, khususnya distributor dan pengecer, yang akan menjadi sampel pencacahan BPS. Distributor dan pengecer ini akan diberi subsidi guna menekan harga dan meredam potensi kenaikan inflasi.
"OPD harus kreatif menjalankan tupoksinya. Seperti perindag, adakan segera pasar murah, bazar, dan tetap melakukan monitor di kelurahan-kelurahan," pesan Arif kepada peserta rakor.
Arif juga memberikan instruksi kepada Dinas Perhubungan untuk mengumpulkan para sopir yang mengangkut bahan pangan dari kabupaten ke Kota Bengkulu atau dari provinsi lain ke Kota Bengkulu melalui organisasi angkutan darat (organda). Dalam konteks ini, Arif menginginkan pemberian subsidi apabila transportasi diidentifikasi sebagai penyebab potensial kenaikan harga bahan pangan.
Dinas Pertanian juga tidak luput dari perhatian Arif. Beliau meminta agar dinas ini lebih menekan pemanfaatan pekarangan dan lahan kosong yang kurang produktif. Selain itu, penting juga untuk mendata hasil produksi pangan yang dihasilkan oleh petani dan peternak, serta mengetahui kebutuhan sebenarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arif menyampaikan harapannya terhadap dukungan dan kerjasama yang selama ini sudah berjalan baik dengan Bulog, BI, dan instansi vertikal lainnya. Hal ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Bengkulu.
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu secara konsisten bersinergi dengan TPID se-Provinsi Bengkulu, khususnya TPID Kota Bengkulu, dalam mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangam (GNPIP) untuk upaya pengendalian inflasi.
Pada Desember 2023, inflasi Kota Bengkulu mencapai 3,09%, melampaui inflasi nasional sebesar 2,61%. Arif menegaskan bahwa hal ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh OPD terkait, terutama Disperindag, ketahanan pangan, dan perhubungan. Meskipun target pusat untuk tahun 2023 adalah kurang lebih 3%, Pj Walikota Bengkulu berharap agar angka inflasi tidak melebihi batas tersebut.
Menghadapi tahun 2024, pemerintah pusat menetapkan kisaran angka inflasi sekitar 2,5% dengan toleransi antara 1,5% sampai 3,5%. Hal ini menjadi tantangan bagi seluruh stakeholders untuk bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi di Kota Bengkulu.
Pewarta : Gunawan
Editing : Adi Saputra