TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kabupaten Kepahiang mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kepahiang memperkuat program donor darah secara berkala sebagai langkah menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Kepahiang Ir. H. Abdul Hafizh, M.Si saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Kepahiang masa bakti 2026-2031 yang berlangsung di Aula RSUD Kepahiang, Selasa (29/9/2026).
Abdul Hafizh menilai kebutuhan darah merupakan bagian penting dari pelayanan kemanusiaan. Ketersediaan stok darah harus dijaga karena kebutuhan transfusi dapat muncul sewaktu-waktu, baik dalam pelayanan kesehatan maupun ketika terjadi kondisi darurat.
Menurutnya, PMI tidak dapat berjalan sendiri dalam memastikan kebutuhan darah masyarakat terpenuhi. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta masyarakat secara luas.
Karena itu, Pemkab Kepahiang membuka ruang kolaborasi dengan PMI untuk memperluas kegiatan donor darah di berbagai lingkungan masyarakat dan instansi.
“Pemerintah daerah siap bekerja sama dengan PMI dalam kegiatan donor darah untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Kita juga akan menggandeng instansi vertikal dan organisasi masyarakat agar donor darah dapat dilakukan secara rutin,” ujar Abdul Hafizh.
Ia menegaskan, kegiatan donor darah bukan sekadar agenda sosial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Darah yang didonasikan seseorang dapat menjadi bagian penting dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
Abdul Hafizh mengajak masyarakat tidak ragu berpartisipasi dalam kegiatan donor darah selama memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan. Menurutnya, semakin luas partisipasi masyarakat, semakin kuat pula upaya daerah menjaga ketersediaan darah.
“Setetes darah dari kita akan sangat berharga bagi yang membutuhkan,” katanya.
Selain mendorong peningkatan donor darah, Pemerintah Kabupaten Kepahiang juga memberikan perhatian terhadap keberadaan markas PMI di daerah tersebut.
Abdul Hafizh mengatakan, markas PMI yang memadai dibutuhkan untuk menunjang aktivitas organisasi sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan layanan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Menurut dia, fasilitas yang representatif akan mendukung PMI dalam menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari pelayanan kemanusiaan, pengelolaan kegiatan donor darah hingga penanganan kondisi darurat.
“Markas PMI akan menjadi perhatian kita. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan bantuan ketika membutuhkan pelayanan PMI,” ungkapnya.
Dukungan terhadap keberadaan PMI tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Kepahiang. Pemerintah daerah berharap organisasi kemanusiaan tersebut dapat terus meningkatkan kiprahnya di tengah masyarakat.
Dalam pembukaan Muskab, Wakil Bupati Kepahiang juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran pengurus PMI periode sebelumnya.
Ia mengapresiasi berbagai kontribusi yang telah diberikan PMI selama menjalankan tugas kemanusiaan. Kehadiran relawan PMI dinilai memiliki arti penting, khususnya ketika masyarakat menghadapi bencana atau kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.
Menurut Abdul Hafizh, PMI merupakan salah satu organisasi yang memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial. Relawan tidak hanya dibutuhkan dalam kegiatan donor darah, tetapi juga dalam berbagai respons kemanusiaan.
“Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada kepengurusan PMI sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya. PMI sudah banyak hadir membantu masyarakat, terutama ketika terjadi bencana. Salam kemanusiaan,” ujarnya.
Muskab PMI Kabupaten Kepahiang masa bakti 2026-2031 menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya sekaligus menyusun arah organisasi untuk periode mendatang.
Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat program kemanusiaan PMI di Kabupaten Kepahiang. Penguatan pelayanan donor darah menjadi salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Kegiatan Muskab turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar yang mewakili PMI Provinsi Bengkulu, Pelaksana Tugas Ketua PMI Kabupaten Kepahiang Tajri Fauzan, serta Direktur RSUD Kepahiang dr. Burhan.
Sinergi antara PMI, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat diharapkan dapat terus diperluas.
Dengan kolaborasi tersebut, upaya menjaga ketersediaan darah tidak hanya menjadi tugas organisasi kemanusiaan, tetapi menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Kepahiang.
Pewarta : Robi
Editing : Adi Saputra