TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Bengkulu menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (3/9/2025). Acara tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, sekaligus memberikan sambutan dan apresiasi atas kiprah PWRI yang selama ini konsisten menjaga semangat kebersamaan di kalangan pensiunan aparatur sipil negara (ASN).
Ketua PWRI Provinsi Bengkulu, H. Asnawi A. Lawat, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 63 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh makna bagi PWRI. Menurutnya, organisasi ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga berfungsi menjaga ikatan emosional antara para pensiunan dengan pemerintah daerah.
“HUT ke-63 ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah berdirinya PWRI sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Hingga saat ini, PWRI di Bengkulu menaungi sekitar 40 ribu anggota, mayoritas berasal dari golongan III dan IV. Pertemuan ini adalah bukti bahwa pemerintah tetap memberikan ruang dan perhatian bagi para pensiunan yang telah mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk daerah maupun negara,” jelas Asnawi.
Ia juga menambahkan, PWRI bukan sekadar organisasi pasif, tetapi wadah produktif yang mendorong anggotanya tetap aktif berkontribusi. Menurutnya, meski telah memasuki masa purna tugas, pensiunan ASN masih memiliki peran strategis dalam menyumbangkan ide, pengalaman, dan kebijaksanaan untuk kemajuan generasi penerus.
Sementara itu, Pj Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap eksistensi PWRI. Ia menilai semangat pengabdian yang diwariskan para pensiunan ASN merupakan modal penting bagi keberlangsungan pembangunan di daerah.
“Banyak kegiatan PWRI yang secara nyata relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan sosial hingga peningkatan kebersamaan di kalangan anggota. Kami sangat menghargai peran bapak dan ibu sekalian yang telah dengan tulus mengabdi selama puluhan tahun. Momentum HUT ini bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat bahwa pengabdian tidak berhenti meski sudah memasuki masa pensiun,” ungkap Herwan.
Ia juga berharap para pensiunan tidak ragu untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah. “Kami, generasi penerus yang saat ini mengemban tugas, tentu masih membutuhkan arahan, saran, serta pengalaman berharga dari bapak dan ibu sekalian. Saya percaya, dengan komunikasi yang baik, sinergi antara pemerintah aktif dan PWRI akan terus terjalin,” tambahnya.
Peringatan HUT ke-63 PWRI Bengkulu berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Rangkaian acara dimulai dengan doa bersama sebagai bentuk syukur atas usia organisasi yang terus bertahan lebih dari enam dekade. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang melambangkan rasa syukur dan kebersamaan, serta ramah tamah yang mempererat ikatan kekeluargaan antaranggota.
Kehadiran ratusan anggota PWRI, jajaran pengurus, serta tamu undangan menambah semarak suasana. Banyak di antara mereka tampak antusias bersilaturahmi, melepas rindu, sekaligus mengenang masa-masa pengabdian ketika masih aktif sebagai ASN.
Momentum ini juga menjadi ajang refleksi, bagaimana pengalaman panjang para pensiunan dapat dijadikan teladan bagi generasi muda ASN yang saat ini masih bertugas. Semangat kebersamaan, disiplin, dan dedikasi yang diwariskan diharapkan menjadi fondasi untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik ke depan.
Dengan mengusung tema kebersamaan dan pengabdian tanpa batas, perayaan HUT ke-63 PWRI Bengkulu menegaskan bahwa usia senja bukanlah akhir dari kontribusi. Justru, dengan pengalaman panjang yang dimiliki, para pensiunan ASN memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai integritas dan memberikan inspirasi bagi generasi penerus.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra