TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu tengah menyiapkan langkah besar untuk menghidupkan kembali denyut perekonomian kawasan Kota Tua Kampung Lama. Fokus utama program ini adalah revitalisasi Pasar Barukoto I dan II yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sejak puluhan tahun lalu, sekaligus penataan infrastruktur pendukung di sekitarnya.
Sejak awal 2025, rencana pemugaran kedua pasar tradisional tersebut telah masuk dalam agenda prioritas pembangunan kota. Pasar Barukoto I akan diarahkan sebagai sentra kuliner dan busana, sementara Pasar Barukoto II difokuskan sebagai pasar tradisional yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.
Wali Kota Bengkulu menegaskan bahwa kebangkitan ekonomi lokal tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pasar. “Pasar Barukoto adalah jantung aktivitas masyarakat. Dengan penataan yang tepat, kawasan ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan pedagang dan warga sekitar,” ujarnya.
Pasar Barukoto Sebagai Magnet Wisata dan Ekonomi
Pasar Barukoto I memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra kuliner khas Bengkulu dan aneka produk busana lokal. Letaknya yang strategis di kawasan Kota Tua membuatnya mudah diakses wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Pemerintah berharap dengan pemugaran yang terencana, pasar ini bisa menjadi magnet baru bagi pariwisata kuliner.
Sementara itu, Pasar Barukoto II akan dipertahankan sebagai pasar tradisional yang menjual kebutuhan sehari-hari. Revitalisasi yang dilakukan bukan hanya mempercantik tampilan bangunan, tetapi juga memperbaiki fasilitas dasar seperti sanitasi, drainase, area parkir, serta akses jalan yang lebih memadai. Dengan begitu, aktivitas jual beli akan semakin nyaman dan produktif.
“Jika kedua pasar ini tertata dengan baik, perputaran ekonomi tidak hanya dinikmati pedagang, tapi juga masyarakat sekitar, bahkan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah,” kata salah seorang pejabat Dinas Perdagangan.
Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas
Revitalisasi kawasan tidak hanya menyentuh bangunan pasar, tetapi juga konektivitas antarwilayah. Pemerintah akan membangun jalan penghubung antara Pasar Barukoto I dan II, sehingga memudahkan mobilitas pengunjung. Selain itu, kawasan sekitarnya juga akan ditata agar lebih rapi dan tertib, termasuk penertiban pedagang kaki lima yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan.
Pemerintah Kota juga tengah merencanakan pemindahan Kantor Wali Kota ke Mess Pemda yang selama ini terbengkalai. Langkah ini dinilai strategis, karena selain menghidupkan kembali aset daerah, keberadaan pusat pemerintahan di kawasan Kota Tua diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.
Tujuan Revitalisasi
Program besar ini memiliki sejumlah tujuan utama. Pertama, menghidupkan kembali ekonomi kawasan Kota Tua yang pada masa lalu menjadi pusat kegiatan perdagangan Bengkulu. Dengan wajah baru, diharapkan masyarakat akan kembali menjadikan Pasar Barukoto sebagai destinasi utama berbelanja.
Kedua, menjadikan kawasan ini ikon baru Kota Bengkulu. Kehadiran pasar modern berbasis tradisi, ditambah tata ruang kota yang lebih tertib, diproyeksikan mampu menarik wisatawan dan menumbuhkan aktivitas ekonomi kreatif serta seni budaya lokal.
Ketiga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Revitalisasi diharapkan tidak hanya menguntungkan pemerintah daerah, tetapi juga memberi dampak langsung bagi pedagang, pelaku usaha kecil, dan masyarakat sekitar.
Harapan Masyarakat
Sejumlah warga dan pedagang menyambut baik rencana pemerintah ini. Mereka berharap penataan tidak hanya sekadar memperindah fisik pasar, tetapi juga menjamin kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi. “Kami ingin pasar ini tetap jadi tempat belanja rakyat, tapi dengan fasilitas yang lebih baik. Kalau wisatawan datang, otomatis dagangan kami juga makin laris,” ungkap salah seorang pedagang Pasar Barukoto II.
Dengan berbagai langkah strategis yang telah dipersiapkan, pemerintah optimistis revitalisasi Kota Tua Kampung Lama akan menjadi tonggak penting dalam kebangkitan ekonomi Bengkulu. Jika berjalan sesuai rencana, kawasan ini bukan hanya sekadar pusat perdagangan, tetapi juga simbol identitas kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan kuliner khas daerah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra