TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat menggelar simulasi pertolongan pertama bagi korban kecelakaan di hadapan para wartawan, Jumat (19/12/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Candi Mleri RSUD Srengat dan menjadi bagian dari program rutin tahunan rumah sakit yang secara khusus melibatkan insan pers sebagai mitra edukasi kesehatan masyarakat.
Simulasi ini dikemas dalam bentuk sosialisasi layanan RSUD Srengat yang menitikberatkan pada penanganan awal korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan lanjutan dari tenaga medis dan sebelum ambulans tiba di lokasi kejadian. Pihak RSUD Srengat menilai bahwa pemahaman dasar terkait pertolongan pertama sangat penting dimiliki masyarakat, termasuk wartawan yang kerap berada di lapangan dan sering menjadi pihak pertama yang berada di lokasi kejadian.
Dalam pemaparannya, dokter spesialis RSUD Srengat menjelaskan bahwa banyak kasus kecelakaan yang berujung fatal bukan hanya disebabkan oleh luka berat, tetapi juga akibat kesalahan dalam penanganan awal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memahami standar pertolongan pertama yang benar, mulai dari memastikan keamanan lokasi kejadian, menilai kondisi korban, hingga tindakan yang aman dilakukan sembari menunggu ambulans datang.
Para wartawan diberikan penjelasan secara rinci mengenai langkah-langkah dasar pertolongan pertama, seperti cara memeriksa kesadaran korban, mengecek pernapasan dan denyut nadi, menjaga posisi tubuh korban agar tidak memperparah cedera, serta penanganan awal pada korban yang mengalami perdarahan. Selain itu, disampaikan pula larangan-larangan yang sering dilakukan oleh masyarakat awam, seperti mengangkat atau memindahkan korban kecelakaan secara sembarangan.
Tidak hanya membahas penanganan korban kecelakaan lalu lintas, simulasi juga mencakup pertolongan pertama pada kondisi darurat lainnya, seperti korban serangan jantung dan korban yang mengalami pingsan mendadak. Dokter spesialis RSUD Srengat memperagakan secara langsung cara mengenali tanda-tanda serangan jantung serta tindakan awal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang keselamatan korban.
Dalam sesi praktik, para wartawan diajak untuk terlibat langsung mempraktikkan simulasi pertolongan pertama. Dengan pendampingan tenaga medis profesional, peserta mencoba melakukan langkah-langkah dasar penanganan korban kecelakaan, mulai dari pemeriksaan awal hingga teknik pertolongan sambil menunggu ambulans datang. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan edukatif, dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta terkait kondisi darurat yang kerap ditemui di lapangan.
Pihak RSUD Srengat berharap melalui kegiatan ini, wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi agen edukasi kesehatan yang mampu menyebarkan pengetahuan pertolongan pertama kepada masyarakat luas melalui pemberitaan. Dengan demikian, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan awal yang tepat pada korban kecelakaan semakin meningkat.
Kegiatan simulasi dan sosialisasi ini merupakan wujud komitmen RSUD Srengat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat sinergi dengan media. Ke depan, RSUD Srengat berencana terus mengembangkan program edukasi serupa dengan materi yang lebih luas, guna mendukung upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan masyarakat Kabupaten Blitar dan sekitarnya.
Pewarta : Agus Faisal
Editing : Adi Saputra