TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Suasana Masjid At-Taqwa di Desa Rimbo Kedui, Kabupaten Seluma, Kamis malam (19/2), tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan warga memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian Safari Ramadan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat di bulan suci.
Dalam sambutannya, Helmi menekankan bahwa Ramadan harus dimaknai lebih dari sekadar ibadah ritual. Menurutnya, bulan penuh berkah ini adalah momentum memperkuat persaudaraan dan merawat persatuan di tengah masyarakat. Ia mengajak warga Seluma untuk terus menjaga kebersamaan demi mewujudkan Bengkulu yang lebih maju dan harmonis.
“Ramadan adalah saat yang tepat untuk mempererat silaturahmi. Jangan sampai kita terpecah. Justru di bulan inilah kita harus semakin solid membangun daerah,” ujarnya di hadapan jemaah salat tarawih.
Gubernur juga menyoroti pentingnya memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan umat. Ia berharap kaum laki-laki Muslim membiasakan diri melaksanakan salat berjemaah di masjid, tidak hanya pada Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya. Bahkan, ia mendorong agar masjid dapat dihidupkan sepanjang hari, sebagaimana fungsi masjid pada masa Rasulullah yang menjadi pusat ibadah, pendidikan, hingga musyawarah.
Menurut Helmi, masjid bukan hanya tempat salat, melainkan juga simbol kebersamaan dan pusat pembinaan akhlak. Jika masjid hidup, maka kehidupan sosial masyarakat pun akan semakin kuat. Ia optimistis, budaya meramaikan masjid dapat membawa dampak positif bagi generasi muda dan memperkokoh nilai-nilai religius di Bengkulu.
Selain berbicara tentang kehidupan bermasyarakat, Helmi juga mengajak setiap keluarga meneladani kehidupan rumah tangga Rasulullah. Ia menyampaikan harapan agar setiap rumah menjadi tempat yang penuh cinta, ketenangan, dan keberkahan. Konsep “rumahku surgaku” menurutnya bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita yang harus diwujudkan melalui keharmonisan dan saling menghormati antaranggota keluarga.
Safari Ramadan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan komitmen pembangunan di Kabupaten Seluma. Helmi memastikan Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan perhatian serius terhadap peningkatan infrastruktur di wilayah tersebut. Ia menyebutkan, alokasi anggaran untuk Seluma termasuk signifikan, terutama dalam pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan provinsi.
“Kita ingin seluruh ruas jalan provinsi di Seluma berada dalam kondisi mantap. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rencana pembangunan tahun 2025, Pemprov Bengkulu menargetkan perbaikan sejumlah ruas strategis dengan total anggaran berkisar antara Rp72,2 miliar hingga Rp85 miliar. Fokus utama diarahkan pada penanganan jalan dengan kondisi rusak berat. Beberapa ruas prioritas meliputi jalur Pasar Talo–Kembang Mumpo–Pring Baru, Simpang Tiga Ngalam–Pasar Ngalam, serta Sukaraja–Padang Capo. Perbaikan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Seluma.
Tak hanya infrastruktur, perhatian pemerintah juga menyasar aspek sosial. Helmi menegaskan bahwa anak-anak yatim merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, katanya, akan terus berupaya menghadirkan program yang mendukung kesejahteraan mereka.
Di bidang kesehatan, Pemprov Bengkulu berkomitmen memastikan seluruh masyarakat terlindungi melalui kepesertaan BPJS Kesehatan. Ia menegaskan tidak boleh ada warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena kendala biaya. Jaminan kesehatan yang merata dinilai sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kehadiran gubernur dalam Safari Ramadan ini disambut antusias warga. Selain melaksanakan ibadah tarawih bersama, masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendengarkan langsung arah kebijakan pemerintah daerah. Interaksi hangat antara pemimpin dan warga menambah kekhidmatan suasana malam itu.
Melalui Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Seluma, Helmi berharap terbangun sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi seluruh elemen. Ramadan, menurutnya, menjadi titik awal memperkuat tekad bersama dalam mewujudkan Bengkulu yang religius, sejahtera, dan berdaya saing.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra