Skip to main content

Seluma Hadiri Rakorda TPID dan TP2DD Provinsi Bengkulu 2025, Inflasi Terkendali di Angka 1,01 Persen

Seluma Hadiri Rakorda TPID dan TP2DD Provinsi Bengkulu 2025, Inflasi Terkendali di Angka 1,01 Persen

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma, Riduan Sabrin, ST, bersama Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Seluma, Sumiati, SE, MM, serta Plt. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Seluma, Elvia Hapyanti, S.IP, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan serta Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Bengkulu tahun 2025.

Kegiatan yang digelar di Hotel Grage Horizon Bengkulu pada Jumat (29/08/2025) ini menjadi forum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong digitalisasi keuangan daerah.

Acara dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian, Forkopimda Provinsi Bengkulu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Bengkulu atau perwakilannya, perwakilan instansi vertikal, serta pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan pemerintahan kabupaten/kota. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mengatasi tantangan ekonomi di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian, menegaskan bahwa sepanjang tahun 2025 Provinsi Bengkulu berhasil mencatatkan kinerja ekonomi yang cukup baik. Hal ini tercermin dari capaian inflasi yang berada pada level rendah dan terkendali.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahunan Provinsi Bengkulu per Juli 2025 tercatat sebesar 1,01 persen. Angka ini tergolong rendah jika dibandingkan rata-rata nasional dan menunjukkan stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah kita,” jelas Mian.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif TPID di seluruh kabupaten/kota yang terus mengawal pergerakan harga barang di pasar. Dengan kondisi harga yang relatif stabil, daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi daerah tidak terganggu.

“Capaian inflasi yang rendah ini merupakan hasil kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat yang ikut menjaga kelancaran distribusi barang. Kita patut bersyukur karena kondisi ini mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” lanjutnya.

Selain membahas inflasi, Rakorda juga menyoroti pentingnya percepatan dan perluasan digitalisasi daerah melalui TP2DD. Menurut Mian, transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah akan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas, sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami mendorong seluruh pemerintah daerah agar memanfaatkan sistem digitalisasi pembayaran, baik untuk transaksi pemerintah maupun layanan publik. Hal ini akan mempercepat terciptanya ekosistem ekonomi digital yang sehat di Bengkulu,” imbuhnya.

Sementara itu, Plh. Sekda Seluma, Riduan Sabrin, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Seluma siap mendukung penuh program yang telah dirumuskan dalam Rakorda ini. Pihaknya berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas inflasi serta memperluas penggunaan layanan digital di lingkup pemerintahan.

“Kehadiran kami dalam Rakorda ini adalah bentuk dukungan nyata. Kabupaten Seluma akan terus berupaya menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil dan memastikan masyarakat tidak terbebani. Selain itu, digitalisasi keuangan daerah juga akan kami dorong agar pelayanan publik lebih transparan dan efisien,” ujar Riduan.

Dengan capaian inflasi yang rendah dan langkah serius menuju digitalisasi daerah, diharapkan Bengkulu semakin siap menghadapi tantangan ekonomi global. Rakorda TPID dan TP2DD tahun 2025 pun menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra