Skip to main content

Setelah Sukses GEMPALA, Wali Kota Bengkulu Luncurkan Gerakan Menanam Buah

Setelah Sukses GEMPALA, Wali Kota Bengkulu Luncurkan Gerakan Menanam Buah

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>> Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan Gerakan Menanam 10 Ribu Pohon Kelapa (GEMPALA) yang berhasil tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Gerakan besar yang melibatkan ribuan masyarakat di kawasan Pantai Panjang itu menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif warga akan arti penting menjaga lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi ke depan.

Tidak berhenti pada capaian tersebut, Dedy langsung menggagas program lanjutan yang diberi nama Gerakan Menanam Buah (GENAMBAH). Ia menegaskan bahwa gerakan ini memiliki nilai strategis, baik dari sisi ekologi, kesehatan, hingga ekonomi kerakyatan.

“Bersiap-siaplah saudaraku, warga Kota Bengkulu. Setelah GEMPALA, kita akan memulai gerakan menanam serba buah atau GENAMBAH. Konsepnya sederhana, seluruh perkantoran, sekolah, bahkan halaman rumah harus ada tanaman buah. Tidak boleh ada lahan yang kosong tanpa pohon buah,” ujar Dedy saat memberikan keterangan pers, Selasa (19/8/2025).

Menurutnya, GENAMBAH bukan sekadar program penghijauan biasa. Pohon buah dipilih karena memberi manfaat berlapis: menghasilkan sumber pangan segar, meningkatkan kualitas udara, menekan efek panas perkotaan, mempercantik lingkungan, hingga mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati.

“Kalau ada yang sudah terlanjur menanam pohon non-buah tidak masalah. Tapi mulai sekarang, ayo sisipkan pohon buah. Bayangkan saja kalau kita menanam nangka. Begitu berbuah, jumlahnya bisa sangat banyak sampai-sampai kita kewalahan memakannya,” kata Dedy sambil berkelakar.

Ia juga mencontohkan jenis buah lain yang bisa ditanam, seperti mangga, kelengkeng, matoa, jambu air, dan berbagai varietas lokal lainnya. Harapannya, setiap sudut kota nantinya dapat menjadi ruang hijau produktif yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memberi nilai manfaat nyata bagi masyarakat.

Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat

Lebih jauh, Dedy menjelaskan bahwa GENAMBAH lahir dari semangat membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat. Dengan semakin banyak pohon buah yang ditanam di sekolah, kantor, maupun rumah warga, kebutuhan pangan terutama buah segar bisa dipenuhi tanpa harus bergantung penuh pada pasokan pasar.

“Gerakan ini adalah investasi jangka panjang. Kalau satu rumah saja menanam dua sampai tiga pohon buah, maka dalam beberapa tahun ke depan, ketersediaan pangan kita akan semakin baik. Anak-anak kita bisa makan buah sehat langsung dari pekarangan sendiri,” tegasnya.

Selain itu, menurut Dedy, gerakan menanam buah juga akan menumbuhkan kepedulian baru di tengah masyarakat. Anak-anak dapat belajar langsung bagaimana proses menanam, merawat, hingga memanen buah. Hal ini tentu menjadi media pendidikan lingkungan yang menyenangkan sekaligus mendidik generasi muda mencintai bumi sejak dini.

Warga Diajak Turut Serta

Wali Kota juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung GENAMBAH. Mulai dari pejabat pemerintah, tenaga pendidik, pelajar, hingga komunitas masyarakat di tingkat RT dan RW diimbau berpartisipasi aktif.

“Program ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama. Saya ingin ke depan, jika orang datang ke Bengkulu, mereka akan melihat kota ini hijau dengan pohon-pohon buah yang tumbuh subur di mana-mana,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bengkulu juga berencana menyiapkan bibit buah dalam jumlah besar yang nantinya akan dibagikan secara bertahap. Mekanisme distribusi akan melibatkan perangkat daerah, sekolah, hingga kelompok masyarakat agar penanaman bisa merata di seluruh wilayah kota.

Harapan untuk Bengkulu Hijau dan Sehat

Tujuan utama dari GENAMBAH, lanjut Dedy, adalah menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, sekaligus indah. Dengan hadirnya pohon buah di berbagai titik kota, bukan hanya kualitas udara yang membaik, tetapi juga kenyamanan hidup masyarakat.

“Bayangkan jika setiap sekolah rindang dengan pohon mangga, setiap kantor punya pohon jambu, dan setiap halaman rumah ditanami kelengkeng atau matoa. Bengkulu akan menjadi kota buah, kota hijau, dan tentu saja kota yang sehat bagi semua warganya,” tuturnya penuh optimisme.

Dengan semangat tersebut, Pemkot Bengkulu berharap GENAMBAH bisa menjadi gerakan besar yang melibatkan seluruh masyarakat. Sebagaimana GEMPALA berhasil menggemparkan Indonesia bahkan tercatat di MURI, GENAMBAH diharapkan menjadi ikon baru dalam upaya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Intinya, mari kita bersama-sama menanam hari ini untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan,” pungkas Dedy.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra