Skip to main content

Sinergi UMKM dan Koperasi Merah Putih Diperkuat, Dongkrak Ekonomi 67 Kelurahan di Bengkulu

Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu memperkuat sinergi dengan UMKM guna mengoptimalkan operasional Koperasi Merah Putih sebagai pusat ekonomi di 67 kelurahan.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  >>><<<   Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan terus dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan UKM. Salah satu langkah strategis yang kini digencarkan adalah membangun kolaborasi erat antara pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Program ini dirancang untuk memastikan produk-produk lokal dapat terserap secara optimal sekaligus menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat di 67 kelurahan. Dengan demikian, perputaran ekonomi tidak lagi terpusat di titik tertentu, melainkan merata hingga ke tingkat lingkungan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nellawati, menjelaskan bahwa penguatan sinergi ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkait pengembangan Koperasi Merah Putih. Pemerintah daerah melihat koperasi sebagai instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penunjang kegiatan administratif di tingkat kelurahan, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Di dalamnya, berbagai kebutuhan dasar warga dapat dipenuhi secara lebih mudah dan terjangkau.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan Koperasi Merah Putih benar-benar aktif dan memberikan manfaat nyata. Mulai dari kebutuhan pokok seperti sembako, sandang, hingga produk pangan dapat tersedia di koperasi. Bahkan, ke depan koperasi juga berpotensi mengelola layanan keuangan, apotek, hingga klinik,” ujar Nellawati, Jumat (24/4/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif para pelaku UMKM. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pelaku usaha lokal untuk menjadikan koperasi sebagai pusat distribusi sekaligus tempat memasarkan produk mereka.

Dengan konsep tersebut, UMKM tidak hanya mendapatkan akses pasar yang lebih luas, tetapi juga mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini menjadi kendala. Produk bisa langsung dipasarkan di wilayah tempat tinggal masing-masing, sehingga efisiensi dan keuntungan pelaku usaha dapat meningkat.

“UMKM akan menjadi mitra utama dalam ekosistem ini. Koperasi menjadi ruang bagi mereka untuk berjualan dan berkembang. Dengan begitu, perputaran ekonomi benar-benar terjadi di tingkat kelurahan, bukan hanya di pusat kota,” tambahnya.

Saat ini, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu tengah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap pelaku UMKM yang siap bergabung dalam program tersebut. Proses ini dilakukan secara menyeluruh untuk menyesuaikan jenis usaha, kapasitas produksi, serta lokasi koperasi di setiap kelurahan.

Pendataan ini dinilai penting agar distribusi produk dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Dengan pemetaan yang tepat, setiap koperasi diharapkan memiliki karakteristik produk unggulan yang berbeda, sehingga mampu menciptakan keberagaman sekaligus daya saing.

Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem koperasi yang kuat dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan Koperasi Merah Putih tidak hanya bertahan dalam jangka pendek, tetapi mampu berkembang menjadi pusat ekonomi mandiri yang dikelola secara profesional.

Program ini pun mendapat respons positif dari berbagai kalangan, terutama pelaku UMKM yang melihat peluang besar untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan usaha. Dengan adanya dukungan pemerintah, mereka optimistis dapat bersaing sekaligus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, Pemerintah Kota Bengkulu berharap sinergi antara koperasi dan UMKM ini dapat menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang inklusif. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah secara menyeluruh.

Pewarta  : Amg

Editing : Adi Saputra