TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk membuang sampah sembarangan dinilai masih sangat rendah. Kondisi ini terlihat jelas di kawasan siring yang berada di RT 08 Kelurahan Sukamerindu dan RT 04 Sawah Lebar Baru, Kota Bengkulu.
Di sepanjang aliran siring tersebut, sampah rumah tangga hingga limbah pasar menumpuk dalam jumlah besar dan menghambat aliran air.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa siring yang seharusnya berfungsi sebagai saluran drainase justru berubah menjadi tempat pembuangan sampah ilegal. Berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, sisa sayuran, hingga limbah rumah tangga, terlihat memenuhi aliran air. Warga menyebutkan, sampah-sampah tersebut berasal dari sejumlah wilayah, seperti Pasar Minggu, belakang Pondok, kawasan Sukamerindu Kebun Dahri, hingga daerah sekitar yang bermuara di satu siring besar yang menghubungkan Sukamerindu dan Sawah Lebar Baru.
Kondisi ini semakin diperparah saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Aliran siring yang tersumbat membuat air tidak mengalir dengan lancar sehingga meluap ke pemukiman warga. Akibatnya, banjir kerap terjadi dan merendam rumah-rumah warga di dua kelurahan tersebut.
Warga mengaku, peristiwa banjir sudah berulang kali terjadi setiap musim hujan dan belum mendapat penanganan menyeluruh.
Selain tumpukan sampah, pertumbuhan tanaman liar seperti kangkung air juga menjadi penyebab utama penyumbatan. Tanaman tersebut menjalar dan menutupi hampir seluruh permukaan siring, sehingga sampah semakin mudah tersangkut dan sulit terurai.
Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan akan memperparah banjir serta menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah Kota Bengkulu sebenarnya telah berulang kali mengeluarkan imbauan keras terkait larangan membuang sampah sembarangan. Wali Kota Bengkulu menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat, baik di lingkungan permukiman, fasilitas umum, kawasan wisata seperti Pantai Panjang, maupun di area siring dan drainase kota.
Wali Kota juga menekankan bahwa sebaik apa pun program pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, warga diharapkan dapat berkolaborasi dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT, dan RW untuk menggalakkan kembali budaya gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin.
Di sisi lain, warga Sukamerindu berharap Pemerintah Kota Bengkulu dapat segera turun tangan menangani tumpukan sampah yang sudah mengkhawatirkan tersebut. Menurut warga, panjang tumpukan sampah di dalam siring saat ini mencapai sekitar 15 meter dan diperkirakan akan terus bertambah jika tidak segera dibersihkan.
“Kalau dibersihkan secara manual, sudah tidak memungkinkan lagi. Sampahnya terlalu banyak dan bercampur dengan tanaman liar. Harus menggunakan alat berat atau peralatan khusus,” ujar salah seorang warga Sukamerindu.
Warga juga berharap adanya pengawasan lebih ketat serta sanksi tegas bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Selain itu, mereka meminta pemerintah menyediakan tempat pembuangan sampah yang memadai dan mudah diakses oleh masyarakat, sehingga tidak ada lagi alasan membuang sampah ke dalam siring.
Dengan adanya penanganan cepat dari pemerintah serta meningkatnya kesadaran masyarakat, warga berharap fungsi siring dapat kembali normal sebagai saluran drainase. Mereka juga berharap ke depan tidak ada lagi banjir yang merugikan masyarakat akibat perilaku tidak bertanggung jawab.
“Semoga ke depan masyarakat semakin sadar dan tidak lagi membuang sampah ke dalam siring, karena dampaknya kembali ke kita sendiri,” tutup warga tersebut.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra