Skip to main content

Strategi Kominfotik Bengkulu Saat Banjir Lebong: Perkuat Informasi Publik dan Tangkal Hoaks

Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu mengambil sejumlah langkah strategis dalam menyampaikan informasi saat banjir di Kabupaten Lebong, mulai dari pusat informasi digital hingga koordinasi media lokal.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) mengambil berbagai langkah konkret dalam menghadapi bencana banjir yang melanda Kabupaten Lebong pada April 2026. Langkah tersebut difokuskan pada penguatan layanan informasi publik, penyebaran data yang akurat, serta penanggulangan hoaks yang berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Dalam situasi bencana, arus informasi yang cepat dan terpercaya menjadi kebutuhan penting bagi warga. Karena itu, Kominfotik Bengkulu berperan sebagai pusat koordinasi komunikasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi lapangan, titik evakuasi, hingga layanan darurat.

Mengaktifkan Pusat Informasi Darurat Digital

Sebagai langkah awal, Kominfotik Bengkulu mengaktifkan pusat informasi darurat berbasis digital. Kanal komunikasi melalui Telegram dan WhatsApp dengan nama “Info Banjir Lebong” diaktifkan dan ditautkan pada akun resmi Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Melalui kanal tersebut, masyarakat dapat memperoleh pembaruan informasi setiap tiga jam sekali. Informasi yang disampaikan meliputi lokasi wilayah yang terdampak genangan, kondisi akses jalan, lokasi posko pengungsian, serta nomor kontak darurat yang dapat dihubungi warga.

Seluruh data yang dipublikasikan bersumber dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong serta Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas di lapangan. Konten informasi juga disertai tagar khusus seperti #LebongUpdate dan #BengkuluTanggap untuk memudahkan penyebaran informasi di media sosial.

Memerangi Hoaks Seputar Cuaca dan Banjir

Selain menyediakan informasi resmi, Kominfotik Bengkulu juga membentuk tim verifikasi cepat guna menangkal penyebaran berita palsu atau hoaks yang berkaitan dengan kondisi banjir dan cuaca.

Tim ini bertugas memeriksa foto maupun video yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan. Jika ditemukan informasi yang tidak benar atau menyesatkan, Kominfotik segera menerbitkan klarifikasi dalam bentuk infografis yang menjelaskan perbedaan antara fakta dan hoaks.

Dalam proses verifikasi tersebut, Kominfotik turut bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD untuk memastikan keakuratan data terkait prakiraan cuaca maupun potensi banjir lanjutan.

Menyediakan Peta dan Dashboard Informasi Banjir

Langkah berikutnya adalah memperbarui sistem peta digital berbasis WebGIS melalui platform BEN-CONNECT Bengkulu. Dalam sistem tersebut ditambahkan layer khusus bertajuk “Banjir Lebong April 2026” yang menampilkan berbagai informasi penting.

Peta digital tersebut memuat titik genangan air, lokasi posko pengungsian, jalur evakuasi, serta area yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Akses terhadap peta ini dibagikan secara luas melalui media sosial resmi pemerintah dalam bentuk tautan maupun kode QR agar masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah melalui ponsel.

Dengan adanya dashboard informasi tersebut, masyarakat dapat memantau perkembangan situasi secara real-time dan mengambil keputusan yang lebih tepat terkait keselamatan mereka.

Laporan Kondisi Lapangan Secara Berkala

Dinas Kominfotik juga menugaskan tim komunikasi untuk melakukan peliputan langsung dari lokasi terdampak banjir di Kabupaten Lebong. Laporan tersebut disampaikan dalam bentuk video singkat berdurasi sekitar 60 detik yang menampilkan kondisi terkini di lapangan.

Video tersebut memuat informasi terkait perkembangan situasi banjir, distribusi bantuan yang telah dilakukan pemerintah, serta imbauan keselamatan bagi masyarakat. Penyampaian informasi dilakukan secara lugas dan informatif tanpa unsur dramatisasi agar masyarakat memperoleh gambaran situasi secara objektif.

Pembaruan laporan lapangan ini dijadwalkan minimal dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.

Membuka Saluran Aduan Masyarakat

Sebagai bentuk pelayanan publik, Kominfotik Bengkulu juga membuka jalur pengaduan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Lebong. Warga dapat melaporkan kondisi yang mereka alami melalui formulir digital maupun layanan WhatsApp Business yang telah disediakan.

Dalam laporan tersebut, warga diminta mencantumkan alamat lokasi, jenis kerusakan atau kondisi yang dialami, serta melampirkan foto sebagai bukti pendukung. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada BPBD dan organisasi perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.

Pelapor juga akan mendapatkan pemberitahuan bahwa laporan mereka telah diteruskan kepada instansi yang berwenang.

Memperkuat Koordinasi dengan Media Lokal

Langkah terakhir yang dilakukan Kominfotik Bengkulu adalah memperkuat kerja sama dengan media lokal di wilayah Bengkulu dan Kabupaten Lebong. Setiap hari, Kominfotik mengirimkan rilis informasi resmi kepada radio dan televisi lokal agar pesan yang disampaikan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Hal ini penting mengingat tidak semua warga memiliki akses internet yang stabil, sehingga media konvensional masih menjadi sumber informasi utama bagi sebagian masyarakat.

Dengan koordinasi tersebut, informasi mengenai kondisi banjir, potensi risiko lanjutan, serta nomor posko bantuan dapat tersampaikan secara merata.

Kominfotik Jadi Simpul Informasi Bencana

Melalui berbagai langkah tersebut, Dinas Kominfotik Bengkulu menegaskan perannya sebagai pusat verifikasi dan distribusi informasi selama masa tanggap darurat banjir di Kabupaten Lebong.

Tujuan utama dari strategi komunikasi ini adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, cepat, dan dapat ditindaklanjuti, sehingga warga tidak lagi kebingungan membedakan informasi resmi dan hoaks di tengah situasi bencana.

Pewarta: Harlis Sang Putra 

Editing: Adi Saputra