TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam momen kebahagiaan maupun saat menghadapi musibah. Pada Minggu, 24 Mei 2026, jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu mendatangi rumah duka almarhum H.M. Yunus Musa bin Musa yang berada di Jalan Teratai, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, guna melaksanakan takziah sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran rombongan pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk empati dan penghormatan kepada almarhum yang dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang Bengkulu pada masanya. Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga saat para pelayat berdatangan untuk memberikan doa serta penghormatan terakhir.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Bengkulu, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum H.M. Yunus Musa bin Musa.
Menurut Khairil, kehadiran pemerintah dalam suasana duka merupakan bagian dari komitmen Gubernur Bengkulu Helmi Hasan untuk terus dekat dengan masyarakat dalam berbagai kondisi.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu akan selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam keadaan suka maupun duka. Ini merupakan komitmen Bapak Gubernur Helmi Hasan agar pemerintah tidak hanya hadir dalam kegiatan formal, tetapi juga dalam momen kemanusiaan seperti ini,” ujar Khairil Anwar di hadapan keluarga dan masyarakat yang hadir.
Sosok H.M. Yunus Musa Dikenang sebagai Tokoh Pejuang Bengkulu
Almarhum H.M. Yunus Musa bin Musa dikenal luas sebagai figur yang memiliki kontribusi besar bagi perkembangan Provinsi Bengkulu di masa lalu. Dedikasi dan perjuangannya dalam membangun daerah membuat namanya dihormati oleh berbagai kalangan masyarakat.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Tidak sedikit masyarakat yang merasa kehilangan atas kepergian tokoh yang dianggap memiliki jiwa pengabdian tinggi terhadap daerah tersebut.
Khairil Anwar juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum H.M. Yunus Musa bin Musa. Semoga beliau husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tambahnya.
Takziah Jadi Bentuk Kedekatan Pemerintah dengan Masyarakat
Kegiatan takziah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu ini juga menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran pejabat daerah di rumah duka mendapat apresiasi dari keluarga besar almarhum maupun warga sekitar yang turut hadir dalam prosesi doa bersama.
Bagi masyarakat Bengkulu, budaya takziah bukan hanya sekadar tradisi sosial, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama. Dalam momen tersebut, pemerintah turut memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui program pembangunan, namun juga melalui pendekatan kemanusiaan.
Selain menyampaikan belasungkawa, rombongan Pemerintah Provinsi Bengkulu juga ikut mendoakan almarhum bersama keluarga dan masyarakat sekitar. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak selama kegiatan berlangsung.
Warisan Perjuangan Akan Selalu Dikenang
Kepergian H.M. Yunus Musa bin Musa meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Bengkulu. Sosoknya dinilai telah memberikan banyak kontribusi dan teladan dalam perjalanan pembangunan daerah.
Masyarakat berharap nilai-nilai perjuangan, pengabdian, serta semangat yang diwariskan almarhum dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu pun menegaskan komitmennya untuk terus menghargai jasa para tokoh daerah yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Provinsi Bengkulu.
Dengan berlangsungnya takziah tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali memperlihatkan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan hanya dalam agenda resmi pemerintahan, tetapi juga dalam situasi sosial dan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra