TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<<< Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, membuka secara resmi rapat koordinasi tim percepatan pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi 3 juta rumah tahun 2025–2029, yang digelar di Aula BKD Seluma pada Selasa (2/9/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perumahan dan Data Permukiman Provinsi Bengkulu, Pj. Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Seluma, camat se-Kabupaten Seluma, serta kepala desa dari seluruh wilayah Seluma. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan memperkuat sinergi dalam mendukung suksesnya program strategis nasional di bidang perumahan.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Perkimhub) Kabupaten Seluma, Erlan Suadi, S.P., M.A.P, dalam laporannya menyampaikan bahwa dari 202 desa dan kelurahan di Kabupaten Seluma, baru 169 desa yang menyampaikan data terkait kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi rumah warga. Dengan demikian, masih terdapat lebih dari 30 desa yang belum melaporkan data tersebut.
“Kami berharap para camat, sebagai leading sector di tingkat desa, dapat mendorong para kepala desa untuk segera melengkapi dan menyampaikan data sebelum Desember 2025. Data ini menjadi dasar penting bagi perencanaan dan realisasi program rehabilitasi rumah di daerah kita,” tegas Erlan.
Wakil Bupati Seluma, Gustianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa program pembangunan dan rehabilitasi 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat harus disambut dengan optimisme. Menurutnya, keberadaan rumah layak huni adalah hak dasar masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memfasilitasi.
“Pemerintah Kabupaten Seluma terus berkomitmen untuk mendukung kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni melalui berbagai program yang sudah dan akan terus berjalan. Dengan adanya program nasional ini, kita berharap jumlah rumah tidak layak huni di Seluma dapat berkurang secara signifikan,” ujar Wabup.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari pemerintah desa, kecamatan, hingga masyarakat penerima manfaat sangat dibutuhkan agar pendataan dan pelaksanaan program berjalan lancar.
“Partisipasi aktif semua pihak sangat menentukan keberhasilan program ini. Untuk itu, saya minta kepala desa dan camat segera berkoordinasi agar tidak ada lagi desa yang terlambat mengirimkan data. Data yang akurat dan lengkap akan mempercepat realisasi bantuan rumah bagi warga yang membutuhkan,” tambahnya.
Lebih jauh, Wabup Gustianto menyampaikan bahwa ketersediaan rumah layak huni akan berdampak positif tidak hanya pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga pada pengurangan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dengan rumah yang sehat dan aman, masyarakat diharapkan dapat lebih produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Seluma bertekad memastikan bahwa seluruh desa memiliki kesiapan administrasi dan teknis untuk mendukung program rehabilitasi 3 juta rumah. Ke depan, rapat serupa akan terus digelar sebagai wadah evaluasi dan pemantauan perkembangan program hingga target 2029 tercapai.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra