Skip to main content

Wakil Bupati Seluma Hadiri Forum Rumah Aspirasi Bahas Konservasi dan Investasi

Wakil Bupati Seluma Hadiri Forum Rumah Aspirasi Bahas Konservasi dan Investasi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto menghadiri gelaran kedua acara Rumah Aspirasi "Bantu Rakyat" yang dilangsungkan di Balai Semarak Bengkulu pada Minggu malam (22/6/2025). Forum ini kembali menjadi wadah terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, kritik, serta masukan terhadap berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam edisi kali ini, diskusi publik mengangkat tema penting bertajuk "Konservasi Bumi Merah Putih, Tanggung Jawab Siapa?" Tema tersebut diangkat sebagai respons atas perdebatan yang terus mengemuka terkait keseimbangan antara pelestarian lingkungan hidup dan kebutuhan percepatan investasi di Provinsi Bengkulu, khususnya di daerah-daerah yang masih memiliki potensi sumber daya alam tinggi.

Wakil Bupati Gustianto dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum seperti ini yang menurutnya sangat relevan dan penting. Ia menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.

"Ini momentum yang tepat untuk mempertemukan berbagai pandangan. Kita butuh forum seperti ini agar kebijakan pembangunan yang kita ambil tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan," ujar Gustianto.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Seluma memiliki komitmen untuk menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan, yang mengedepankan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan konservasi sumber daya alam.

Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, aktivis lingkungan, serta tokoh masyarakat. Para peserta menyuarakan kekhawatiran terhadap maraknya pembukaan lahan skala besar, aktivitas pertambangan, serta degradasi hutan yang kian mengancam ekosistem lokal.

Salah satu poin penting yang mencuat dalam diskusi adalah perlunya peninjauan kembali terhadap regulasi dan perizinan investasi yang berdampak langsung terhadap kawasan konservasi. Beberapa peserta menyampaikan bahwa investasi seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga bagaimana ia mampu menjaga kualitas lingkungan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Gustianto juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dalam menetapkan arah pembangunan yang ramah lingkungan. Ia menyebutkan bahwa tanpa sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, tujuan konservasi akan sulit tercapai.

"Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kesamaan visi dan komitmen kuat dari semua pihak agar bumi yang kita wariskan kepada anak cucu tetap lestari dan produktif," imbuhnya.

Acara ditutup dengan sesi dialog interaktif antara narasumber dan masyarakat yang hadir, menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan pusat sebagai bahan pertimbangan dalam proses perumusan kebijakan lingkungan dan investasi.

Forum Rumah Aspirasi ini rencananya akan digelar secara rutin dengan tema-tema berbeda, mengangkat isu-isu yang dianggap penting dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat Bengkulu dan sekitarnya.

Pewarta : Harlis Sang Putra 

Editing : Adi Saputra