TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Suasana Balai Raya Semarak pada Jumat malam (26/9/2025) terasa hangat dan penuh kekeluargaan ketika berlangsung acara Malam Ramah Tamah bersama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, beserta jajaran anggota dari sub wilayah barat. Kehadiran para tokoh nasional hingga pejabat daerah memberi warna tersendiri bagi masyarakat Bengkulu yang bangga daerahnya dipilih sebagai titik awal pelaksanaan program ketahanan pangan nasional.
Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, hadir secara langsung dalam acara tersebut. Ia tampak berbaur dengan para tamu undangan yang hadir, di antaranya anggota DPD RI Destita Khairilisani, Elisa Ermasari, dan Leni Hartati John Latief. Mewakili Gubernur Bengkulu, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, sejumlah pejabat penting turut menghadiri malam ramah tamah, di antaranya Wakil Gubernur Lemhannas RI, perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., Kepala BIN Daerah Bengkulu, Komandan Lanal Bengkulu, serta perwakilan dari Danrem 041/Gamas. Kehadiran para pejabat tersebut memperlihatkan dukungan nyata terhadap agenda pembangunan yang dicanangkan DPD RI.
Dalam sambutannya, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menegaskan bahwa Bengkulu memiliki peran istimewa dalam perjalanan sejarah bangsa. Oleh sebab itu, daerah ini layak dipilih sebagai titik nol dimulainya program ketahanan pangan, salah satu bagian penting dari Asta Cita Presiden RI.
“Kok Bengkulu? Ya, memang semua daerah nantinya akan digilir. Tetapi titik nolnya harus dari Bengkulu. Karena Bengkulu adalah titik nol Indonesia. Dari kota inilah Bung Karno merumuskan gagasan tentang Indonesia merdeka, dan dari putri Bengkulu pula Merah Putih dijahit sebagai lambang perjuangan bangsa,” ungkap Sultan.
Ia menambahkan, program ketahanan pangan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata untuk menggerakkan seluruh potensi daerah agar dapat berkontribusi pada kemandirian pangan nasional. Untuk itu, ia sengaja mengundang rekan-rekan sejawatnya di DPD RI agar datang langsung ke Bengkulu.
“Yang hadir malam ini baru kloter pertama. Besok pagi lebih ramai lagi, karena seluruh anggota DPD se-Sumatera akan hadir. Kita akan bersama-sama membahas dan mengawal program ketahanan pangan agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Sultan juga menekankan bahwa kolaborasi antarlembaga, baik pusat maupun daerah, menjadi kunci dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, tanpa sinergi dan kerja sama, mustahil agenda besar ini bisa berjalan optimal.
Malam ramah tamah itu berlangsung penuh keakraban. Para tamu undangan tampak saling berbincang, bertukar gagasan, dan menyampaikan harapan agar Bengkulu dapat semakin maju. Kehadiran Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing menjadi bentuk dukungan pemerintah kota terhadap program nasional yang dicanangkan dari daerahnya sendiri.
Acara tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi Bengkulu untuk menunjukkan potensinya di tingkat nasional. Dengan ditetapkannya provinsi ini sebagai titik nol program ketahanan pangan, diharapkan Bengkulu dapat memainkan peran strategis sebagai daerah penggerak pembangunan dan ketahanan nasional di sektor pangan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra