Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Gelar Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Bank Indonesia

Wali Kota Bengkulu Gelar Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Bank Indonesia

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, didampingi Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Arif Gunadi, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Pengendalian Inflasi Daerah bersama perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu. Rakor berlangsung di Ruang Hidayah II, Kantor Wali Kota Bentiring, pada Selasa (25/5/2025).

Dalam rapat tersebut, Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, memaparkan perkembangan inflasi terkini, prospek ekonomi, serta langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi. Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan IV tahun 2024 mencapai 5,02%, meningkat dari 4,95% pada triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 tercatat sebesar 5,03%. Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga dan investasi yang tetap stabil.

Perkembangan Inflasi di Bengkulu

Pada Februari 2025, Kota Bengkulu mengalami deflasi sebesar 0,98% secara bulanan dan 0,47% secara tahunan. Penurunan harga ini terutama dipengaruhi oleh kebijakan diskon tarif listrik yang diberlakukan pemerintah. Selain itu, kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau—seperti cabai dan rokok sigaret—serta sektor perawatan pribadi, termasuk emas perhiasan, turut menyumbang tren deflasi.

Langkah Strategis Pengendalian Inflasi

Dalam menghadapi momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 2025, Rakor ini juga membahas upaya menjaga stabilitas harga serta ekspektasi inflasi. Pemerintah Kota Bengkulu bersama BI menyiapkan berbagai langkah jangka pendek untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.

Beberapa strategi utama yang diusulkan antara lain:

1. Pasar Murah Rutin – Mengadakan operasi pasar murah secara berkala untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.


2. Sidak Pasar dan Kios Pangan – Melakukan inspeksi ke pasar dan kios pangan guna memantau harga serta ketersediaan stok bahan pokok.


3. Pemantauan Neraca Pangan dan Distribusi – Memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan pasokan pangan untuk mencegah lonjakan harga.


4. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian – Mengoptimalkan infrastruktur pertanian untuk mendukung produksi lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.


5. Komunikasi Efektif – Menyampaikan informasi yang transparan kepada masyarakat guna mencegah kepanikan serta spekulasi harga.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk OPD terkait, pelaku usaha, serta masyarakat, untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

"Kami terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan berbagai pihak guna memastikan inflasi tetap terkendali, terutama menjelang Ramadan. Dengan langkah-langkah konkret ini, kami berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar Dedy Wahyudi.

Rakor ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Bengkulu, Kepala Inspektorat Kota Bengkulu, serta sejumlah kepala OPD terkait. Pemerintah Kota Bengkulu bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pewarta: AMG
Editing: Adi Saputra