TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyatakan kepeduliannya terhadap keluhan masyarakat yang terdampak perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Surabaya milik Perumda Tirta Hidayah. Perbaikan pada Bak Olahan Lapen Kencana ini menyebabkan terganggunya distribusi air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Bengkulu.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Muara Bangkahulu, Sungai Serut, Teluk Segara, dan sekitarnya. Gangguan distribusi ini membuat aliran air di rumah warga mengecil, bahkan di beberapa lokasi mengalami mati total.
Menanggapi situasi tersebut, Dedy memastikan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam. Ia telah menginstruksikan kepada Direktur PDAM untuk segera mengambil langkah cepat dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi warga terdampak.
“Kami sudah meminta kepada Direktur PDAM agar menyalurkan air ke daerah-daerah yang mengalami gangguan distribusi. Ini penting agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian mereka,” ungkap Dedy kepada awak media, Rabu (12/6).
Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di IPA 2 Surabaya dipicu oleh usia peralatan yang sudah sangat tua. Beberapa instalasi bahkan merupakan peninggalan dari masa kolonial Belanda, sehingga memerlukan perawatan dan pembaruan secara menyeluruh.
“Peralatan di sana sudah berusia puluhan tahun. Sebagian besar merupakan infrastruktur lama yang sudah tidak layak pakai, sehingga sangat wajar jika ada kebocoran atau kerusakan. Maka dari itu, kami minta pengertian dari masyarakat karena perbaikan ini memang sangat mendesak,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan ini dilakukan demi peningkatan pelayanan air bersih ke depannya.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami berharap warga bisa bersabar karena perbaikan ini dilakukan demi kepentingan bersama, agar pelayanan air bersih bisa lebih maksimal di masa depan,” tambah Dedy.
Diketahui, Perumda Tirta Hidayah telah memulai proses perbaikan sejak 8 Juni 2025. Proyek ini dijadwalkan selesai pada 28 Juni 2025. Namun karena waktu pengerjaan yang cukup lama, sejumlah warga mengaku mulai merasa cemas dengan dampak berkepanjangan dari gangguan distribusi air.
Sebagai solusi jangka pendek, PDAM akan melakukan suplai air menggunakan mobil tangki ke titik-titik rawan. Pemerintah kota juga membuka saluran pengaduan bagi warga yang mengalami kendala atau belum menerima pasokan air selama masa perbaikan berlangsung.
Dengan langkah ini, Pemkot Bengkulu berharap pelayanan air bersih dapat segera kembali normal dan masyarakat tetap mendapatkan akses air untuk kebutuhan harian mereka tanpa hambatan berarti.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra