Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Tinjau Korban Kebakaran di Tanah Patah, Dedy Wahyudi Berikan Bantuan dan Janji Bangun Kembali Rumah Warga

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi jajaran OPD dan Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy menyerahkan bantuan serta memberikan dukungan moral kepada keluarga korban kebakaran di Jalan Kuala Alam, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Suasana haru menyelimuti lokasi kebakaran di Jalan Kuala Alam, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, saat Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi turun langsung menemui keluarga korban, Selasa (21/7/2026). Didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy, Dedy memastikan pemerintah hadir untuk memberikan dukungan kepada warga yang tertimpa musibah.

Kebakaran yang terjadi pada Senin (20/7) malam itu menghanguskan satu unit rumah permanen beserta empat sepeda motor milik keluarga Poniman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut meski kerugian material diperkirakan cukup besar.

Saat api mulai membesar dari bagian belakang rumah, sebagian besar anggota keluarga sedang berada di luar. Namun Poniman, yang tengah menjalani pemulihan akibat stroke, masih berada di dalam rumah. Berkat kesigapan warga sekitar yang segera menerobos masuk dan mengevakuasinya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, nyawa Poniman berhasil diselamatkan.

Kedatangan Wali Kota disambut tangis haru istri Poniman, Deti Mirwani. Kesedihan yang dirasakan keluarga korban membuat suasana semakin emosional. Dedy terlihat berusaha menguatkan keluarga dengan memberikan semangat dan dukungan agar tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.

Menurut Dedy, musibah memang tidak pernah diharapkan siapa pun, namun ia mengajak keluarga korban untuk tetap bersyukur karena seluruh anggota keluarga berhasil selamat.

"Insya Allah di balik cobaan ini ada hikmahnya. Yang paling penting seluruh anggota keluarga selamat. Harta benda masih bisa diganti, tetapi keselamatan jiwa adalah yang paling utama," ujar Dedy saat memberikan penguatan kepada keluarga korban.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Bengkulu langsung menyalurkan bantuan kepada keluarga terdampak. Bantuan tersebut meliputi kursi roda untuk Poniman, tongkat penyangga, serta layanan pendampingan psikososial guna membantu keluarga melewati trauma pascakebakaran.

Selain bantuan kebutuhan mendesak, Pemkot Bengkulu juga memastikan akan mempermudah pengurusan seluruh dokumen penting yang ikut musnah dilalap api, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), ijazah, hingga dokumen kepemilikan lainnya.

Dedy menegaskan seluruh perangkat daerah terkait telah diminta bergerak cepat agar keluarga korban tidak mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi.

"Kalau KTP, KK maupun ijazah terbakar, akan segera kita bantu penerbitannya kembali. Untuk sertifikat tanah juga akan kita koordinasikan bersama Badan Pertanahan Nasional agar prosesnya dapat dipercepat," jelasnya.

Tak hanya itu, Dedy juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu akan berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak untuk membantu pembangunan kembali rumah korban. Koordinasi akan dilakukan bersama para donatur serta jajaran Real Estate Indonesia (REI) agar keluarga Poniman dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membantu warga yang sedang mengalami musibah.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kelurahan Tanah Patah yang sejak malam kejadian bergotong royong membantu proses evakuasi, membersihkan puing-puing kebakaran, hingga memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Ia menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat merupakan cerminan nilai gotong royong yang masih sangat kuat di Kota Bengkulu.

Terlebih lagi, Deti Mirwani dikenal sebagai guru mengaji sekaligus tokoh yang dihormati di lingkungan tempat tinggalnya. Kepedulian masyarakat terhadap keluarga korban menunjukkan eratnya hubungan sosial antarwarga tanpa memandang latar belakang.

"Inilah indahnya Kota Bengkulu. Ketika ada warga yang tertimpa musibah, semua hadir membantu. Kita adalah satu keluarga besar yang saling menguatkan dalam keadaan apa pun," tutup Dedy.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sekaligus memperlihatkan bahwa solidaritas masyarakat dan kehadiran pemerintah mampu menjadi kekuatan bagi warga yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra