TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus mempercepat penanganan persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di sejumlah kawasan permukiman. Salah satu langkah nyata yang kini dilakukan adalah memperlebar saluran drainase di kawasan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, sebagai upaya meningkatkan kapasitas aliran air dan meminimalkan genangan saat hujan deras.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang turun ke lapangan untuk meninjau progres pekerjaan pelebaran saluran drainase di RT 8 Rawa Makmur, tepatnya di sekitar Masjid Hidayatul Ikhlas. Peninjauan dilakukan guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mendengar langsung kondisi yang selama ini dihadapi masyarakat.
Menurut Dedy, kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang membutuhkan penanganan segera karena setiap musim hujan kerap mengalami genangan akibat kapasitas saluran yang tidak lagi mampu menampung debit air. Kondisi itu diperparah dengan aliran drainase yang kurang lancar sehingga air meluap hingga ke jalan dan masuk ke rumah warga.
Melalui proyek pelebaran saluran drainase, Pemerintah Kota Bengkulu berharap aliran air dari kawasan permukiman menuju saluran utama menjadi lebih lancar. Dengan meningkatnya kapasitas drainase, risiko banjir yang selama ini menghantui warga diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Meski pelaksanaan proyek mengharuskan adanya penyesuaian terhadap badan jalan sehingga akses di sekitar lokasi menjadi sedikit lebih sempit, pemerintah menilai dampak tersebut masih dapat ditoleransi karena manfaat jangka panjang yang diperoleh masyarakat jauh lebih besar. Infrastruktur drainase yang memadai dinilai menjadi investasi penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman dari ancaman banjir.
Dalam kesempatan itu, Dedy Wahyudi juga mengingatkan bahwa keberhasilan program pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Salah satu bentuk partisipasi yang paling sederhana adalah menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke dalam saluran air.
Ia menegaskan, banyak kasus penyumbatan drainase yang terjadi bukan semata-mata karena ukuran saluran yang kecil, melainkan akibat tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga fungsi drainase agar tetap optimal.
"Tapi satu hal tetap, jangan buang sampah sembarangan. Karena kadang-kadang tersumbat itu karena sampah," tegas Dedy saat berdialog dengan warga.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke selokan akan mempercepat pendangkalan dan penyumbatan saluran. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, maka proyek pelebaran drainase yang telah dibangun dengan anggaran pemerintah tidak akan memberikan manfaat maksimal.
Dedy juga memastikan bahwa program penanganan kawasan rawan banjir akan terus dilanjutkan secara bertahap. Pemerintah Kota Bengkulu telah memetakan sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat kerawanan dan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran membuat seluruh pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus. Namun, pemerintah berkomitmen untuk terus mengalokasikan pembangunan drainase pada lokasi-lokasi yang paling membutuhkan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
"Insyaallah kita terus berjuang untuk tidak ada daerah rawan banjir, tapi mohon bertahap. Kita fokus di mana yang paling mendesak dulu," ujar Dedy.
Warga Rawa Makmur menyambut positif langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu. Mereka berharap pelebaran drainase dapat menjadi solusi permanen terhadap persoalan banjir yang selama bertahun-tahun mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Selain mengurangi risiko genangan, keberadaan drainase yang lebih besar juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, menjaga akses transportasi tetap lancar, serta mengurangi potensi kerusakan rumah warga akibat luapan air.
Melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis target mengurangi kawasan rawan banjir dapat tercapai secara bertahap. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik sekaligus menciptakan lingkungan kota yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra