Skip to main content

Inflasi Kota Bengkulu Agustus 2026 Capai 3,65 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Kepala BPS Kota Bengkulu Iin Inayati menyampaikan perkembangan inflasi Kota Bengkulu dalam Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Agustus 2026 di Kantor BPS Kota Bengkulu, Selasa (1/9/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Tekanan harga di Kota Bengkulu kembali terlihat sepanjang Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) mencapai 3,65 persen, sementara inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) berada di level 0,32 persen.

Angka tersebut disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Agustus 2026 yang berlangsung di Kantor BPS Kota Bengkulu, Selasa (1/9/2026).

Selain inflasi tahunan dan bulanan, BPS mencatat inflasi berdasarkan periode berjalan atau year to date (y-to-d) sebesar 2,07 persen. Pada periode yang sama, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Bengkulu berada di angka 111,18.

Data tersebut menunjukkan bahwa perkembangan harga barang dan jasa di Kota Bengkulu masih dipengaruhi sejumlah komoditas strategis, terutama dari kelompok kebutuhan konsumsi masyarakat sehari-hari.

BPS Kota Bengkulu mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi y-on-y Agustus 2026. Kelompok tersebut memberikan andil sebesar 1,44 persen.

Sejumlah komoditas tercatat menjadi pendorong utama kenaikan harga selama setahun terakhir. Di antaranya adalah daging ayam ras, emas perhiasan, bensin, angkutan udara, serta ikan dencis.

Kenaikan harga pada komoditas tersebut memberikan pengaruh terhadap pergerakan IHK dan secara keseluruhan mendorong laju inflasi tahunan di Kota Bengkulu.

Meski demikian, tidak seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. BPS mencatat kelompok kesehatan justru memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,01 persen.

Beberapa komoditas yang turut menahan laju inflasi antara lain bawang merah, santan segar, tarif rumah sakit, bawang putih, dan tomat.

Untuk pergerakan harga dari Juli ke Agustus 2026, inflasi m-to-m Kota Bengkulu tercatat 0,32 persen.

Sekali lagi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor paling dominan. Kelompok ini memberikan andil sebesar 0,34 persen terhadap inflasi bulanan.

Komoditas yang tercatat memberikan tekanan terhadap harga pada periode tersebut antara lain daging ayam ras, kontrak rumah, ongkos binatu atau laundry, daging sapi, serta emas perhiasan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan rumah tangga dan komoditas pangan masih menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pergerakan inflasi daerah.

Namun, tekanan inflasi berhasil diredam oleh kelompok transportasi. Kelompok tersebut memberikan andil deflasi sebesar 0,20 persen.

Sejumlah komoditas transportasi dan pangan mengalami penurunan harga, di antaranya angkutan udara, cabai merah, tomat, bawang merah, dan bensin.

Rilis BPS tersebut menjadi salah satu bahan penting bagi pemerintah daerah dalam membaca perkembangan ekonomi dan menentukan langkah pengendalian inflasi.

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Bengkulu turut mengikuti kegiatan tersebut. Di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Bappeda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bengkulu dan para statistisi BPS Kota Bengkulu juga hadir dalam kegiatan rilis statistik tersebut.

Data inflasi secara berkala diperlukan untuk melihat perubahan harga sekaligus menjadi dasar dalam merancang kebijakan pengendalian harga. Terlebih, komoditas pangan memiliki keterkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.

Dengan inflasi y-on-y sebesar 3,65 persen dan inflasi m-to-m 0,32 persen, perkembangan harga di Kota Bengkulu akan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemantauan terhadap komoditas pangan, energi, transportasi, serta kebutuhan rumah tangga menjadi penting agar kenaikan harga tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap masyarakat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra