TEROPONGPUBLIK.CO,ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu mulai memperkuat penataan kawasan Jalan Fatmawati sebagai bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur sekaligus memperindah wajah kota. Selain pembenahan badan jalan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan trotoar dan perbaikan saluran drainase atau siring.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi turun langsung melihat proses pekerjaan tersebut pada Rabu siang (12/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang dan jajaran Dinas PUPR.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melihat kondisi fasilitas umum di sepanjang kawasan. Dari hasil pemantauan, masih ditemukan pedagang yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan.
Tidak hanya trotoar, sejumlah saluran air di sisi jalan juga diketahui tertutup karena dimanfaatkan untuk memperluas area berjualan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu fungsi fasilitas publik sekaligus menghambat proses penataan kawasan.
Dedy meminta Satpol PP Kota Bengkulu mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Para pedagang diminta mengembalikan fungsi trotoar dan siring sesuai peruntukannya.
“Saya minta Satpol PP untuk menjembatani masyarakat bahwa masyarakat harus ikuti aturan sesuai dengan perda,” kata Dedy.
Menurut Dedy, pembenahan Jalan Fatmawati bukan sekadar proyek perbaikan jalan. Kawasan tersebut memiliki kaitan dengan destinasi wisata dan sejarah Kota Bengkulu, termasuk akses menuju rumah Fatmawati.
Karena itu, kondisi jalan dinilai perlu diperbaiki agar masyarakat maupun wisatawan yang datang mendapatkan akses yang lebih nyaman.
“Ini dalam rangka penataan wajah kota, kawasan Fatmawati ini termasuk kawasan wisata. Orang mau berkunjung ke rumah Ibu Fatmawati, maka jalannya yang kemarin berlubang kita benahi, kita buat mulus,” jelasnya.
Dedy juga menjelaskan bahwa pekerjaan yang terlihat saat ini belum merupakan tahap akhir. Setelah tahapan awal selesai, permukaan jalan akan dilanjutkan dengan pemasangan lapisan AC-WC atau Asphalt Concrete-Wearing Course.
“Ini baru tahap awal. Setelah ini akan ada lagi istilahnya Layer AC-WC,” ujarnya.
Selain badan jalan, pemerintah juga berencana membangun trotoar di kedua sisi Jalan Fatmawati. Fasilitas tersebut diarahkan agar dapat digunakan secara nyaman oleh pejalan kaki, termasuk kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
Atas rencana tersebut, Dedy mengingatkan pelaku usaha agar tidak menjadikan trotoar sebagai tempat berjualan. Saluran siring juga diminta tetap terbuka agar dapat menjalankan fungsi drainase.
“Kepada masyarakat yang punya usaha, mohon tidak menggunakan trotoar untuk berusaha. Kemudian jangan menutup siring,” tegasnya.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang mengatakan, pihaknya siap membantu mengawal proses penataan kawasan. Menurutnya, keberadaan Satpol PP diperlukan agar pembangunan fasilitas yang menggunakan anggaran daerah tidak terganggu aktivitas di ruang publik.
Ia menyebut pembangunan Jalan Fatmawati merupakan bagian dari konsep menghadirkan Kota Bengkulu yang lebih tertib, nyaman, dan mampu mendukung sektor pariwisata.
“Intinya pemikiran gagasan Pak Wali Kota menghadirkan Kota Bengkulu yang menjadi kota kunjungan, kota pariwisata namun tertata, tertib,” ujar Sahat.
Sahat menegaskan, fasilitas yang dibangun nantinya harus dapat dinikmati seluruh masyarakat. Trotoar tidak boleh kembali dipenuhi pedagang kaki lima maupun bangunan yang berdiri tanpa memperhatikan fungsi ruang publik.
Satpol PP, lanjutnya, juga akan melakukan pemantauan terhadap sejumlah proyek pembangunan yang dibiayai APBD Kota Bengkulu. Pengawasan dilakukan untuk mencegah munculnya kendala di lapangan.
Ia mencontohkan, pembangunan trotoar dapat terhambat apabila masih terdapat bangunan yang berdiri di jalur pekerjaan. Begitu juga proyek siring bisa terganggu jika saluran tertutup lapak atau bangunan milik warga.
Meski demikian, Sahat memastikan pendekatan persuasif tetap menjadi langkah utama. Petugas akan terlebih dahulu berkomunikasi dengan pedagang maupun pemilik bangunan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
“Kita menyapa, memberi pengertian dan pemahaman. Mereka akhirnya mendukung,” ungkapnya.
Dengan penataan tersebut, Pemkot Bengkulu berharap Jalan Fatmawati tidak hanya memiliki kondisi jalan yang lebih baik, tetapi juga berkembang menjadi kawasan yang tertib, aman, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki serta wisatawan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra