TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kesiapan fisik dan kesehatan personel menjadi perhatian utama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026. Hal ini ditegaskan oleh Kasatgas 6 Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Ichan Nur, S.I.K., saat memimpin apel pagi di Halaman Gedung Tri Brata Polda Bengkulu, Selasa (24/3/2026).
Apel tersebut diikuti oleh jajaran pejabat operasi serta seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam arahannya, Ichan Nur menekankan bahwa kondisi tubuh yang prima menjadi kunci utama bagi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Menurutnya, momentum menjelang hingga pasca-Idulfitri identik dengan lonjakan mobilitas warga, baik untuk mudik, wisata, maupun kegiatan silaturahmi. Situasi ini menuntut kesiapan maksimal dari seluruh personel yang bertugas di lapangan.
“Kondisi kesehatan harus menjadi prioritas. Personel diminta mampu mengatur pola makan, menjaga waktu istirahat, serta rutin menjaga kebugaran agar tetap fit saat menjalankan tugas,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Ia menambahkan, tugas pengamanan selama Operasi Ketupat Nala tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga mental yang kuat. Pasalnya, intensitas kerja yang tinggi dan waktu tugas yang panjang berpotensi menguras energi jika tidak diimbangi dengan manajemen diri yang baik.
Selain soal kesehatan, aspek kewaspadaan juga menjadi perhatian serius. Ichan Nur mengingatkan seluruh anggota untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya pada jam-jam rawan seperti malam hari. Pada waktu tersebut, potensi gangguan keamanan cenderung meningkat seiring tingginya pergerakan masyarakat.
“Setiap personel harus peka terhadap situasi di sekitarnya. Tingkatkan patroli dan pengawasan, terutama di titik-titik strategis yang berpotensi menimbulkan kerawanan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya soliditas antar personel dan satuan tugas. Koordinasi yang baik dinilai menjadi faktor penentu dalam keberhasilan operasi, terutama dalam menghadapi dinamika di lapangan yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Kekompakan dan disiplin, lanjutnya, harus terus dijaga demi menciptakan sinergi yang kuat. Komunikasi yang efektif antarunit juga diperlukan agar setiap informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.
Tidak hanya itu, pendekatan humanis kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas. Personel diharapkan mampu memberikan pelayanan yang ramah, santun, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat selama perayaan Idulfitri.
“Utamakan sikap humanis dalam bertugas. Berikan rasa aman sekaligus kenyamanan bagi masyarakat. Tunjukkan bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota tetap menjunjung tinggi profesionalisme serta menjaga citra institusi Polri di mata publik. Setiap tindakan di lapangan harus mencerminkan integritas dan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum.
Melalui apel pagi tersebut, diharapkan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Nala 2026 dapat menjalankan tugas secara optimal. Dengan kondisi fisik yang terjaga, koordinasi yang solid, serta pelayanan yang humanis, pengamanan Idulfitri di wilayah Bengkulu diharapkan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Polda Bengkulu pun berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat selama momen Hari Raya, sehingga suasana perayaan dapat berlangsung dengan penuh kenyamanan dan rasa aman.
Pewarta : Iksanuddin
Editing : Adi Saputra