Skip to main content

Jelang Ramadan 1447 H, Alumni Retreat Merah Putih Bengkulu Gelar Pertemuan Akbar

Jelang Ramadan 1447 H, Alumni Retreat Merah Putih Bengkulu Gelar Pertemuan Akbar

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana kebersamaan terasa kental di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (12/2). Alumni Retreat Merah Putih Provinsi Bengkulu dari angkatan I hingga X berkumpul dalam sebuah pertemuan akbar yang sarat makna. Kegiatan ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan juga ruang refleksi untuk memperkuat komitmen spiritual dan profesional para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjadikan pertemuan ini sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap program Retreat Merah Putih yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan bahwa program tersebut benar-benar memberi dampak signifikan, baik dalam kehidupan pribadi peserta maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara.

Herwan menyampaikan bahwa retreat tidak boleh berhenti pada tataran seremoni atau kegiatan simbolis semata. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menanamkan nilai-nilai mendasar seperti integritas, kedisiplinan, serta penguatan spiritualitas. Dengan begitu, ASN tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki karakter kuat dan landasan moral yang kokoh.

“Retreat harus menghadirkan perubahan nyata. ASN perlu merasakan peningkatan kualitas diri, terutama dalam hal keimanan, tanggung jawab, dan etos kerja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa salah satu indikator keberhasilan retreat adalah tumbuhnya kedekatan peserta dengan masjid dan meningkatnya kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan moral dan spiritual yang dapat membentuk pribadi ASN menjadi lebih baik.

Dalam momentum menyambut Ramadan, Herwan mengajak seluruh ASN untuk menjadikan bulan suci sebagai titik balik dalam memperbaiki diri. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah bukan hanya kepada atasan atau masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk introspeksi, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian sosial. ASN harus mampu menjadi teladan, baik dalam kinerja maupun dalam kehidupan beragama,” tambahnya.

Pertemuan alumni ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarangkatan. Para peserta tampak antusias berbagi pengalaman serta cerita perubahan yang mereka rasakan setelah mengikuti retreat. Kebersamaan semakin terasa hangat saat acara dilanjutkan dengan makan bersama, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Bagi banyak alumni, Retreat Merah Putih bukan sekadar program pelatihan biasa. Kegiatan tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman batin yang mendalam. Salah satu alumni, Rendi dari Biro Umum, mengungkapkan bahwa dirinya merasakan dampak positif setelah mengikuti retreat.

Ia mengaku menjadi lebih disiplin dalam menjalankan ibadah serta lebih nyaman menghabiskan waktu di masjid. Pengalaman selama retreat, menurutnya, membuka kesadaran baru tentang pentingnya menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan spiritual.

“Saya merasa ada perubahan dalam diri. Ibadah menjadi lebih teratur dan hati terasa lebih tenang,” kata Rendi.

Testimoni tersebut menjadi gambaran bahwa program Retreat Merah Putih telah memberi pengaruh yang cukup berarti bagi para pesertanya. Tidak hanya membangun kebersamaan antarpegawai, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Dengan semangat menyongsong Ramadan 1447 Hijriah, para alumni berharap program retreat dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas. Mereka optimistis, melalui pembinaan berkelanjutan, ASN di Provinsi Bengkulu dapat tampil sebagai aparatur yang profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia.

Pertemuan di Masjid Raya Baitul Izzah pun ditutup dengan harapan bersama agar Ramadan kali ini menjadi momentum peningkatan kualitas diri, baik secara spiritual maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra