Skip to main content

Jembatan Amblas di Curup Tengah, Wagub Bengkulu Mian Gerak Cepat Koordinasi Penanganan

Jembatan amblas di Desa Air Merah, Curup Tengah, ditinjau langsung Wakil Gubernur Bengkulu Mian. Pemprov segera koordinasi dengan PUPR untuk penanganan cepat.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Kerusakan infrastruktur akibat bencana kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu. Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, turun langsung meninjau kondisi jembatan yang amblas di Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (2/4/2026).

Jembatan yang berada di sekitar area musala tersebut mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu. Amblasnya badan jembatan mengakibatkan terganggunya akses warga, terutama bagi masyarakat yang setiap hari melintas untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan ibadah.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Mian didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Ia menyerap langsung aspirasi masyarakat yang berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah agar mobilitas warga dapat kembali normal.

“Kerusakan ini tentu berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Kita tidak bisa menunggu lama, harus ada langkah cepat agar akses ini segera pulih,” ujar Mian di lokasi.

Usai meninjau kondisi jembatan, Mian langsung mengambil langkah responsif dengan menghubungi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Dalam komunikasi tersebut, ia melaporkan situasi terkini di lapangan sekaligus meminta arahan terkait penanganan lebih lanjut.

“Izin, Pak Gubernur, saya baru selesai menghadiri Musrenbang di Curup. Di lapangan saya menemukan jembatan amblas di Desa Air Merah. Masyarakat berharap ada perhatian dari provinsi, meskipun ini merupakan kewenangan kabupaten,” ungkap Mian melalui sambungan telepon.

Menanggapi laporan tersebut, Helmi Hasan meminta agar segera dilakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), guna mempercepat proses penanganan.

“Segera koordinasikan dengan PUPR agar bisa ditindaklanjuti secepatnya,” tegas Helmi Hasan.

Langkah cepat yang diambil oleh Wakil Gubernur tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam merespons persoalan infrastruktur, terutama yang berdampak langsung terhadap masyarakat di daerah.

Meski secara administratif perbaikan jembatan tersebut menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, namun Pemprov Bengkulu tetap menunjukkan kepedulian dengan mendorong percepatan penanganan melalui sinergi lintas pemerintahan.

Kondisi jembatan yang amblas ini juga menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana, terutama di wilayah yang rawan banjir. Infrastruktur yang tidak tahan terhadap debit air tinggi berpotensi mengalami kerusakan serupa jika tidak dilakukan perbaikan dan penguatan secara menyeluruh.

Sejumlah warga setempat mengaku khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, karena selain menghambat aktivitas, juga berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini. Ini akses utama kami, kalau tidak cepat diperbaiki, aktivitas kami jadi terganggu,” ujar salah satu warga.

Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Helmi Hasan dan Mian memang dikenal aktif dalam merespons berbagai persoalan infrastruktur hingga ke pelosok desa. Pendekatan jemput bola yang dilakukan dinilai efektif dalam memastikan setiap permasalahan dapat segera ditangani.

Ke depan, koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan semakin solid, terutama dalam menghadapi dampak bencana alam yang berpotensi merusak fasilitas umum.

Dengan langkah cepat dan koordinasi yang tepat, diharapkan perbaikan jembatan di Desa Air Merah dapat segera direalisasikan, sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dan aman.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra