TEROPONGPUBLIK.CO.ID -;Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Daerah Bengkulu. Kapolda Bengkulu, Mardiyono, turun langsung memimpin kegiatan peninjauan sekaligus aksi bersih-bersih di kawasan konservasi Rumah Penyu Alun Utara yang berada di Desa Pekik Nyaring, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nyata kepolisian dalam mendukung perlindungan lingkungan hidup, khususnya pelestarian satwa laut yang dilindungi seperti penyu. Dalam kegiatan ini, Kapolda bersama personel kepolisian serta sejumlah pihak terkait melakukan pembersihan area pantai dari sampah plastik dan berbagai limbah yang berpotensi mengganggu habitat penyu.
Upaya Polri Mendukung Konservasi Satwa Laut
Aksi bersih lingkungan yang dilaksanakan di kawasan konservasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut Kapolda, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial institusi kepolisian dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Mardiyono menegaskan bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah atau lembaga tertentu saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa kawasan konservasi penyu memiliki peran penting dalam menjaga populasi penyu yang saat ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kerusakan habitat, pencemaran laut, hingga aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.
“Kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian alam. Kami berharap langkah kecil seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem pesisir,” ujarnya di sela kegiatan.
Membersihkan Pantai dari Sampah Plastik
Dalam kegiatan tersebut, para peserta terlihat memungut sampah yang tersebar di sepanjang area pantai dan sekitar lokasi konservasi. Sampah plastik menjadi salah satu jenis limbah yang paling banyak ditemukan.
Keberadaan sampah plastik di kawasan pesisir dinilai sangat berbahaya bagi kehidupan satwa laut. Banyak kasus kematian penyu yang disebabkan oleh tertelannya sampah plastik yang dikira sebagai makanan alami mereka seperti ubur-ubur.
Oleh karena itu, aksi bersih pantai ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga untuk menjaga keamanan habitat penyu yang bertelur di kawasan tersebut.
Selain melakukan pembersihan, kegiatan ini juga diisi dengan peninjauan fasilitas konservasi yang ada di Rumah Penyu Alun Utara guna memastikan pengelolaan kawasan berjalan dengan baik.
Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Kapolda Bengkulu juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki potensi ekosistem laut yang kaya.
Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai serta tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak habitat satwa laut.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan program konservasi. Tanpa dukungan masyarakat sekitar, upaya pelestarian alam akan sulit berjalan secara maksimal.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi lingkungan, terutama bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap keberlangsungan alam.
Komitmen Berkelanjutan untuk Lingkungan
Kegiatan bersih lingkungan yang dipimpin langsung oleh Mardiyono ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif berkontribusi dalam isu-isu lingkungan.
Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini, diharapkan kawasan konservasi penyu di Desa Pekik Nyaring dapat tetap terjaga kelestariannya dan menjadi tempat berkembang biaknya penyu secara alami.
Polri berharap gerakan peduli lingkungan seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir diyakini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta generasi yang akan datang.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra