Skip to main content

Kejati Bengkulu Gelar Ibadah Bulanan Ora et Labora, Perkuat Kebersamaan dan Spirit Pengabdian

Kejati Bengkulu Gelar Ibadah Bulanan Ora et Labora, Perkuat Kebersamaan dan Spirit Pengabdian

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu kembali melaksanakan ibadah bulanan Persekutuan Doa Ora et Labora untuk periode September 2025. Acara yang berlangsung di Aula Bidang Intelijen Kejati Bengkulu ini diikuti dengan penuh khidmat oleh jajaran pimpinan, pejabat utama, hingga para pegawai, Rabu (10/9).

Ibadah bulanan tersebut merupakan agenda rohani yang secara konsisten digelar Kejati Bengkulu. Tujuannya tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga menjadi wadah mempererat rasa kebersamaan, kekeluargaan, serta menumbuhkan semangat pelayanan dalam setiap tugas dan tanggung jawab aparat penegak hukum.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H., hadir langsung memimpin jajaran. Ia didampingi para asisten, koordinator, serta seluruh pegawai dari berbagai bidang. Kehadiran pimpinan bersama staf dinilai mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga kekompakan dan kebersamaan di lingkungan Adhyaksa Bengkulu.

Dalam sambutannya, Victor Antonius memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang konsisten menyelenggarakan kegiatan rohani ini. Menurutnya, doa bersama menjadi bekal penting bagi insan Kejaksaan dalam menjalankan tugas berat penegakan hukum.

“Melalui ibadah ini kita diingatkan bahwa pekerjaan menuntut tanggung jawab besar. Dengan doa, kita mendapatkan ketenangan hati, kekuatan, dan arah yang jelas untuk bekerja dengan tetap menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan keadilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat Ora et Labora yang berarti *berdoa dan bekerja* harus menjadi pedoman setiap pegawai Kejati Bengkulu. Bekerja sungguh-sungguh adalah kewajiban, namun tetap harus dilandasi dengan doa agar setiap langkah pengabdian selalu berada pada jalan yang benar.

Ibadah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan puji-pujian, doa syafaat, dan refleksi rohani. Para pegawai terlihat larut dalam suasana khidmat, saling menguatkan satu sama lain melalui firman dan doa bersama.

Lebih dari sekadar kegiatan spiritual, persekutuan doa ini juga berperan mempererat hubungan antarpegawai lintas bidang. Dengan duduk bersama dalam suasana rohani, sekat-sekat birokrasi seolah mencair, digantikan oleh rasa kebersamaan yang tulus. Hal ini sekaligus menciptakan iklim kerja yang harmonis dan penuh rasa syukur.

Victor Antonius menegaskan, pembinaan mental dan spiritual menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk karakter aparatur Kejaksaan. “Kita bukan hanya dituntut cakap secara hukum, tetapi juga memiliki keteguhan moral. Dengan iman yang kuat, kita bisa menghadapi berbagai tantangan pekerjaan tanpa mengorbankan nilai keadilan dan kebenaran,” tambahnya.

Para peserta ibadah mengaku kegiatan ini memberi nuansa baru dalam rutinitas kerja. Mereka merasa lebih bersemangat dan termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan visi Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang humanis, adil, dan berintegritas.

Melalui konsistensi pelaksanaan ibadah bulanan ini, Kejati Bengkulu berharap seluruh jajaran dapat terus menjaga keseimbangan antara kehidupan rohani dan profesionalisme kerja. Semangat Ora et Labora diyakini akan semakin memperkuat dedikasi aparat Adhyaksa dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra