Skip to main content

Kepedulian Nyata Wali Kota Bengkulu untuk Warga Tak Mampu

Kepedulian Nyata Wali Kota Bengkulu untuk Warga Tak Mampu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Suasana penuh keharuan menyelimuti sebuah rumah sederhana di Jalan Medan Baru, Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Rabu siang (7/1/2026). Rumah itu menjadi saksi pertemuan emosional antara seorang warga lanjut usia bernama Asma dengan Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang datang langsung untuk menyapa dan memberikan bantuan.

Tangis haru pecah seketika saat Asma melihat sosok orang nomor satu di Kota Bengkulu melangkah masuk ke rumahnya. Dengan mata berkaca-kaca, perempuan paruh baya itu tak kuasa menahan luapan emosi yang selama ini terpendam. Air mata yang mengalir bukanlah ungkapan kesedihan, melainkan rasa syukur mendalam atas perhatian yang diterimanya setelah sekian lama hanya bisa terkurung di dalam rumah.

Penyakit yang diderita Asma membuat kedua kakinya tak lagi berfungsi normal. Selama bertahun-tahun, ia hanya mampu duduk dan berbaring, menatap dinding rumah tanpa bisa menikmati dunia luar. Aktivitas sederhana seperti menghirup udara segar atau menyapa tetangga menjadi hal yang nyaris mustahil baginya.

“Terima kasih banyak, Pak Wali. Terima kasih sudah mau datang ke rumah saya. Kalau tidak dibantu seperti ini, saya tidak tahu bagaimana bisa keluar rumah. Saya jarang sekali keluar, hampir selalu di dalam,” ujar Asma terbata-bata sambil memeluk hangat Dedy Wahyudi.

Kehadiran Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Sosial pada hari itu membawa secercah harapan baru. Sebuah kursi roda baru dan paket sembako diserahkan langsung kepada Asma. Bantuan tersebut menjadi jawaban atas keterbatasan yang selama ini ia rasakan. Bagi sebagian orang, kursi roda hanyalah alat bantu medis, namun bagi Asma, kursi roda adalah simbol kebebasan dan awal kehidupan yang lebih bermakna.

Melihat kondisi warganya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi tampak terenyuh. Ia tak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moril dan motivasi agar Asma tetap kuat menghadapi cobaan hidup. Dengan penuh empati, Dedy memeluk Asma dan menyampaikan kata-kata penguat.

“Alhamdulillah, sudah menjadi kewajiban kami sebagai pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Program kami adalah memastikan seluruh warga Kota Bengkulu merasa diperhatikan dan bahagia, meskipun dalam kondisi sakit,” ujar Dedy dengan nada penuh ketulusan.

Sambil menggenggam tangan Asma, Dedy Wahyudi juga memanjatkan doa agar sang ibu diberi kekuatan dan kesembuhan. Doa tersebut diamini dengan khusyuk oleh seluruh pihak yang hadir, termasuk jajaran Dinas Sosial Kota Bengkulu.

“Ibu harus tetap semangat. Kita doakan bersama agar sakit ini menjadi penggugur dosa. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Jangan pernah putus asa, karena setiap cobaan pasti memiliki hikmah,” tambahnya.

Kini, Asma tak lagi hanya menghabiskan hari-harinya di dalam kamar. Dengan kursi roda yang diterimanya, ia memiliki semangat baru untuk melihat lingkungan sekitar dan kembali merasakan hangatnya sinar matahari. Bantuan itu bukan sekadar fasilitas, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah yang menghadirkan senyum di tengah perjuangan hidup seorang warga.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra