Skip to main content

Kolaborasi UBP Bengkulu dan Puskesmas Cugung Lalang Tangani Stunting

Kolaborasi UBP Bengkulu dan Puskesmas Cugung Lalang Tangani Stunting

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Kepahiang kembali mendapat dukungan dari sektor dunia usaha. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025, UBP Bengkulu bekerja sama dengan Puskesmas Cugung Lalang menyalurkan bantuan asupan gizi tambahan kepada balita yang mengalami stunting di wilayah Kecamatan Ujan Mas.

Program ini menyasar enam balita yang berasal dari beberapa desa di wilayah kerja Puskesmas Cugung Lalang. Rinciannya, dua balita berasal dari Desa Tanjung Alam, satu balita dari Desa Cugung Lalang, satu balita dari Desa Pungguk Meranti, serta dua balita lainnya berasal dari Desa Pekalongan.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di ruang pertemuan Puskesmas Cugung Lalang dan turut dihadiri sejumlah pihak terkait. Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Manajer (Asman) Keuangan dan Umum UBP Bengkulu Pirwan, Kepala Puskesmas Cugung Lalang Harma Meisty, S.SSt, perwakilan Camat Ujan Mas, Kapolsek Ujan Mas, tenaga kesehatan, serta para orang tua dari balita penerima bantuan.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis oleh Pirwan kepada para orang tua balita penerima manfaat. Paket bantuan yang diberikan berupa berbagai jenis makanan bergizi yang diharapkan dapat membantu memperbaiki status gizi anak. Di antaranya telur ayam, susu, kacang hijau, serta suplemen vitamin yang berfungsi mendukung kebutuhan nutrisi balita.

Pirwan menjelaskan bahwa program pemberian asupan gizi tambahan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada bantuan yang diberikan, tetapi juga pada peran aktif orang tua atau wali dalam memastikan makanan tambahan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh anak yang membutuhkan.

Menurutnya, pengawasan dari keluarga menjadi faktor penting agar bantuan yang disalurkan dapat memberikan dampak maksimal terhadap perbaikan kondisi kesehatan anak-anak penderita stunting.

Pirwan juga mengungkapkan bahwa program ini tidak dilaksanakan hanya sekali, melainkan akan berlangsung secara berkelanjutan. Rencananya, bantuan akan diberikan sebanyak delapan tahap dengan jarak waktu dua minggu sekali.

Kolaborasi UBP Bengkulu dan Puskesmas Cugung Lalang Tangani Stunting

Melalui pola pemberian yang berkala tersebut, diharapkan pemenuhan gizi anak-anak penerima manfaat dapat terjaga secara konsisten sehingga mampu membantu memperbaiki kondisi pertumbuhan mereka.

“Kami berharap program ini bisa memberikan dampak nyata dalam membantu menurunkan angka stunting, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Cugung Lalang,” ujar Pirwan dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cugung Lalang, Harma Meisty, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh UBP Bengkulu. Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan fasilitas layanan kesehatan sangat penting dalam mendukung program pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Menurut Harma, permasalahan stunting tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Ia berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan perhatian dan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan gizinya.

Selain itu, pihak puskesmas juga akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan balita penerima bantuan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan status gizi anak.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kecamatan Ujan Mas dapat berjalan lebih optimal.

UBP Bengkulu melalui program TJSL juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Tidak hanya di bidang ekonomi dan lingkungan, tetapi juga dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui langkah nyata seperti pemberian bantuan gizi tambahan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan bebas dari stunting.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra