TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu terus memperkuat transformasi digital dalam pengawasan siaran dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi SMILED (Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Lembaga Penyiaran). Langkah ini menjadi strategi penting untuk menghadirkan sistem pengawasan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh berbagai lembaga penyiaran di Bengkulu, baik televisi maupun radio, serta melibatkan para operator dan pengelola konten siaran. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman teknis terkait penggunaan aplikasi SMILED, mulai dari proses input data, pemantauan konten siaran, hingga pelaporan hasil evaluasi secara digital.
Aplikasi SMILED dirancang sebagai platform terintegrasi yang mampu memudahkan proses monitoring siaran secara real time. Dengan sistem ini, KPID tidak lagi bergantung sepenuhnya pada metode manual, melainkan beralih ke sistem digital yang lebih efisien dan terukur. Hal ini dinilai penting mengingat perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap tayangan berkualitas.
Ketua KPID Provinsi Bengkulu menjelaskan bahwa digitalisasi pengawasan menjadi kebutuhan mendesak agar lembaga penyiaran mampu beradaptasi dengan era media baru. Menurutnya, melalui SMILED, proses evaluasi siaran dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik.
Selain itu, penerapan aplikasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan lembaga penyiaran terhadap regulasi yang berlaku. Dengan adanya sistem monitoring yang terintegrasi, setiap pelanggaran siaran dapat terdeteksi lebih dini, sehingga penanganannya bisa dilakukan secara tepat dan profesional.
Dalam pelaksanaan Bimtek, peserta juga diberikan simulasi langsung penggunaan aplikasi. Mereka diajak untuk memahami alur kerja sistem, mulai dari pengunggahan rekaman siaran hingga proses analisis konten. Pendekatan ini dilakukan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan aplikasi secara optimal di lapangan.
KPID Bengkulu menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pengawasan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan seperti Bimtek SMILED menjadi bagian penting dari upaya reformasi pengawasan penyiaran.
Lebih jauh, digitalisasi ini juga bertujuan menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat. Dengan sistem pengawasan yang lebih transparan dan akuntabel, diharapkan lembaga penyiaran dapat menghadirkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa pengawasan siaran di Bengkulu berjalan lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Melalui SMILED, proses monitoring menjadi lebih cepat, transparan, dan terintegrasi,” ujar Ketua KPID Bengkulu.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan, seluruh lembaga penyiaran diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi ini sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kualitas siaran.
Dengan implementasi SMILED, KPID Bengkulu optimistis dapat meningkatkan kualitas pengawasan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penyiaran. Digitalisasi ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sistem penyiaran yang profesional dan bertanggung jawab di Provinsi Bengkulu.
KPID juga berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap penggunaan aplikasi tersebut, guna memastikan seluruh lembaga penyiaran dapat beradaptasi secara maksimal.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra