TEROPONG PUBLIK .CO.ID - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Subsidi yang terus mengular di sejumlah SPBU Kabupaten Mukomuko kini memasuki babak baru. Fenomena antrean panjang truk dan kendaraan operasional warga tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga memantik keresahan publik hingga meluap ke media sosial.
Di tengah kesulitan warga mendapatkan hak energi dasar tersebut, publik mulai mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko. Sorotan kini tertuju pada SPBU Air Punggur yang merupakan aset milik daerah yang hingga kini dibiarkan terbengkalai dan tidak beroperasi.
Keluhan warga yang kian memuncak memicu munculnya usulan konkret baik di tengah tengah masyarakat maupun di media sosial. Warga mendesak Pemkab Mukomuko untuk menghidupkan kembali SPBU Air Punggur dan mengalihkannya secara khusus sebagai penyalur Solar subsidi.
Dalam sebuah unggahan di media sosial yang mendapat banyak tanggapan, salah seorang warga bernama Pak Ikhsan menyampaikan pandangannya terkait solusi kemacetan dan kelangkaan ini:
"Untuk seharusnya SPBU Air Punggur diaktifkan kembali untuk mengurai antrian.. Semoga Pemda cepat tanggap dengan urusan ini.. SPBU Air Punggur itulah solusi yang tepat, selain di tempat sepi, jauh dari pemukiman padat penduduk, dan menambah penghasilan warga setempat untuk berjualan makanan.." ujar salah warga.
Lokasinya yang terpisah dari pusat kepadatan dinilai mampu memindahkan kekacauan lalu lintas akibat antrean Solar di jalur utama kota Mukomuko.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, SPBU Air Punggur sejatinya merupakan aset strategis milik Pemkab Mukomuko. Namun, alih-alih menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau solusi distribusi BBM, fasilitas ini justru tampak memprihatinkan, tidak terurus, dan terbengkalai selama bertahun-tahun.
Di saat masyarakat kesulitan mendapatkan Solar untuk menyambung hidup dan roda perekonomian daerah, keberadaan SPBU bernilai miliaran rupiah yang mangkrak ini memicu pertanyaan besar : Mengapa aset strategis Pemkab dibiarkan terbengkalai begitu saja?
Sejauh mana skema kerja sama atau reaktivasi SPBU Air Punggur telah dikaji oleh instansi terkait?
Krisis Solar bukan sekadar masalah panjangnya antrean di pengisian BBM di kota Mukomuko, melainkan ancaman bagi kelancaran logistik dan mata pencaharian warga kecil. Langkah Pemkab Mukomuko dalam merespons desakan warga terkait SPBU Air Punggur kini dinantikan.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya mengonfirmasi Dinas Perindagkop-UKM serta pihak pengelola aset Pemkab Mukomuko mengenai kejelasan status legalitas, kendala operasional, dan rencana reaktivasi SPBU Air Punggur ke depan.
Pewarta: Mth
Editing: Adi Saputra