TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At Taqwa di Simpang Air Muring, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (28/2). Usai menunaikan Salat Zuhur berjemaah, Helmi Hasan berdiri di hadapan masyarakat untuk menyampaikan tausiah Ramadan yang sarat pesan moral dan ajakan memperkuat kepedulian sosial.
Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Bengkulu itu disambut hangat para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jemaah yang memadati masjid. Momentum tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang refleksi bersama tentang makna kehidupan dan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci.
Dalam penyampaiannya, Helmi mengajak masyarakat untuk memandang kehidupan dunia secara lebih bijak. Ia mengingatkan bahwa usia manusia di dunia sangat terbatas dan tidak sebanding dengan kehidupan akhirat yang kekal. Mengutip pandangan para ulama, ia mengibaratkan kehidupan seperti sebuah mimpi panjang yang pada akhirnya akan berakhir ketika seseorang “terbangun”.
“Banyak orang merasa hidup ini panjang, padahal sejatinya sangat singkat. Ulama sering mengibaratkannya seperti mimpi. Ketika kita terbangun, yang tersisa hanya kisah yang pernah dijalani,” ujarnya di hadapan jemaah.
Menurutnya, kesadaran bahwa hidup bersifat sementara seharusnya mendorong setiap individu untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ia menekankan pentingnya mengisi hari-hari dengan amal saleh, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta memperkuat keimanan.
Helmi juga menyoroti keistimewaan Ramadan sebagai bulan pendidikan spiritual. Ia menilai Ramadan bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum pembentukan karakter. Di bulan ini, umat Islam dilatih untuk mengendalikan diri, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
“Ramadan adalah kesempatan emas. Jangan sampai berlalu tanpa perubahan berarti dalam diri kita. Mari berlomba-lomba berbuat kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain,” ajaknya.
Ia menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jabatan atau kedudukan sosial. Bagi Helmi, derajat tertinggi di sisi Tuhan adalah mereka yang paling banyak memberi kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Pesan tersebut disampaikan untuk mengingatkan bahwa tanggung jawab sosial melekat pada setiap individu, tanpa memandang latar belakang.
Dalam suasana yang penuh kehangatan itu, Helmi juga mengajak masyarakat mempererat solidaritas. Menurutnya, tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat hanya bisa diatasi melalui kebersamaan dan saling mendukung. Ia berharap nilai-nilai gotong royong yang menjadi budaya bangsa terus dipelihara, terutama di bulan Ramadan.
Tausiah tersebut mendapat respons positif dari para jemaah. Sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi atas kehadiran gubernur yang dinilai memberi semangat dan motivasi spiritual bagi warga. Bagi mereka, kunjungan tersebut menunjukkan kedekatan pemerintah daerah dengan masyarakat hingga ke tingkat kecamatan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan keagamaan, di akhir acara Helmi menyerahkan bantuan untuk Masjid At Taqwa. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas ibadah dan program sosial kemasyarakatan yang selama ini berjalan di masjid tersebut.
Penyerahan santunan itu menjadi simbol kepedulian pemerintah provinsi terhadap penguatan sarana ibadah di daerah. Helmi menyampaikan harapannya agar masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan moral generasi muda, serta wadah kegiatan sosial.
Kegiatan tausiah ini merupakan bagian dari rangkaian agenda silaturahmi Ramadan yang dilaksanakan pemerintah provinsi di berbagai daerah. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan semacam ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Di penghujung acara, Helmi kembali mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga setelahnya. Ia berharap semangat memperbaiki diri yang tumbuh di bulan suci dapat terus dipertahankan sepanjang tahun.
Dengan pesan tentang kefanaan hidup dan urgensi berbuat baik, tausiah di Masjid At Taqwa itu meninggalkan kesan mendalam bagi jemaah. Ramadan, sebagaimana disampaikan Helmi, adalah momentum untuk menata ulang prioritas hidup—menjadikan kebaikan sebagai tujuan utama dan kebersamaan sebagai kekuatan bersama.
Pewarna: Amg
Editing : Adi Saputra