Skip to main content

Latihan Kesiapsiagaan Bencana di Bengkulu Diperkuat, TNI-Polri dan Pemda Tingkatkan Sinergi Hadapi Gempa dan Tsunami

Bengkulu yang berada di kawasan Cincin Api meningkatkan kesiapsiagaan bencana melalui latihan terpadu TNI, Polri, dan pemerintah daerah guna menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Kesadaran akan tingginya potensi bencana alam di wilayah Bengkulu mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan. Wilayah ini diketahui berada di jalur Cincin Api (Ring of Fire) yang rawan gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu, unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat menggelar latihan terpadu penanggulangan bencana.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, dengan tujuan utama meningkatkan koordinasi lintas sektor agar lebih sigap dan efektif saat menghadapi kondisi darurat. Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis dalam meminimalisasi dampak bencana melalui kesiapan operasional yang matang.

Dalam keterangannya, pihak TNI menegaskan bahwa fokus utama dari kegiatan ini bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana. Edukasi menjadi kunci penting agar warga mampu bertindak cepat dan tepat ketika situasi darurat terjadi.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang sadar bencana. Minimal mereka mampu menyelamatkan diri sendiri, dan lebih baik lagi jika dapat membantu keluarga serta lingkungan sekitar,” ujar perwakilan TNI dalam kegiatan tersebut.

Latihan ini termasuk dalam kategori Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang memang dirancang untuk mendukung penanganan situasi non-konflik seperti bencana alam. Melalui skema ini, TNI berperan aktif dalam mitigasi, respons cepat, hingga pemulihan pascabencana secara terintegrasi dengan instansi terkait.

Pemerintah Kota Bengkulu turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang hadir bersama Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah, menilai latihan ini sangat penting dalam membangun sinergi antarinstansi.

Menurut Dedy, koordinasi yang jelas mengenai pembagian peran menjadi kunci utama dalam penanggulangan bencana. Ia menekankan bahwa setiap elemen, mulai dari TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga pemerintah provinsi harus memiliki peran yang terdefinisi dengan baik.

“Kita hidup di wilayah yang rawan bencana, sehingga penting untuk mengetahui siapa melakukan apa. Keselarasan antara TNI, BPBD, pemerintah kota, dan provinsi harus terus diperkuat,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Bengkulu berencana menggelar simulasi bencana berskala besar pada akhir tahun 2026. Simulasi ini dirancang lebih luas dibandingkan latihan sebelumnya dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Salah satu fokus utama dalam simulasi mendatang adalah edukasi kepada pelajar. Anak-anak sekolah akan diberikan pemahaman sejak dini mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Selain itu, masyarakat umum juga akan dilibatkan untuk memahami jalur evakuasi serta lokasi titik kumpul yang aman jika terjadi tsunami.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat secara menyeluruh, sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan aparat saat bencana terjadi.

Dedy Wahyudi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu guna memastikan kesiapan teknis pelaksanaan simulasi tersebut. Dukungan dari pemerintah provinsi dinilai penting agar kegiatan berjalan maksimal dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Meski berbagai upaya mitigasi terus dilakukan, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Selain kesiapan fisik dan pengetahuan, aspek spiritual juga dianggap penting dalam menghadapi potensi bencana.

Wali Kota Bengkulu mengajak seluruh warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan sekaligus berdoa agar daerah tersebut terhindar dari bencana besar.

Dengan adanya latihan terpadu dan rencana simulasi besar ke depan, diharapkan Bengkulu semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Kolaborasi yang solid antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan ketangguhan daerah terhadap ancaman alam.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra